Angkasa Pura 2

Dit. KPLP – US Coast Guard Gelar Boarding Officer Course di Pangkalan PLP Tanjung Priok

DermagaSenin, 25 April 2016
IMG-20160425-WA030

JAKARTA (beritatrans.com) – Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (Dit. KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan US Coast Guard melakukan Boarding Officer Course di Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) atau Sea And Coast Guard Kelas I Tanjung Priok.

IMG-20160425-WA062

Kegiatan yang akan berlangsung selama tiga minggu tersebut dibuka secara resmi oleh Direktur KPLP Capt. Karolus G Sengadji mewakili Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan DR. Umar Aris, SH, MM, MH., Senin (25/4/2016).

“Kegiatan Boarding Officer Course ini sebagai upaya peningkatan pemahaman dan kemampuan petugas KPLP dalam Maritime Law Enforcement atau penegakan supremasi hukum di laut,” kata Capt. Karolus.

IMG-20160425-WA033

Capt. Karolus mengatakan, program pemerintah saat ini lebih menitikberatkan kepada sektor maritim. Artinya, saat segala daya upaya diarahkan untuk mengembangkan sektor maritim serta menjamin tegaknya supremasi hukum di laut.

“Momentum ini saat yang tepat untuk lebih memperkuat eksistensi KPLP sebagai garda terdepan penegakan hukum dilaut, baik skala nasional maupun internasional,” katanya.

Untuk itulah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat KPLP menjalin kerjasama dengan coast guard Amerika Serikat melakukan pelatihan untuk peningkatan keahlian para personel KPLP dalam penagakan hukum maritim.

IMG-20160425-WA029

“Sebagai ujung tombak penegakan hukum di laut, para personel KPLP yang bertugas di kapal-kapal patroli diberikan wewenang yang jelas dan tegas oleh UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran,” kata Karolus.

Para personel KPLP yang sedang berpatroli diberi wewenang penuh oleh Undang-undang untuk melakukan pengejaran seketika (hot persuit), memberhentikan dan memeriksa kapal di laut, serta melakukan penyidikan.

“Pelatihan seperti ini sangat perlu agar mereka semakin paham dan ahli, serta mengetahui sejauh mana otoritas dan yurisdiksi KPLP sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Sehingga pelatihan-pelatihan seperti ini sangat penting dan relevan,” ujarnya.

Karolus menegaskan, kerjasama pelatihan antara Pemerintah Amerika Serikat dengan Pemerintah Indonesia semacam ini untuk menciptakan kemandirian KPLP dalam melakukan boarding officer course sendiri.

“Pada kesempatan ini, saya atas nama pemerintah Indonesia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Amerika Serikat melalui Export Control and Related Boarder Security Programe (EXBS) dan US Coast Guard atas terselenggaranya kegiatan ini,” kata Karolus.

Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Kolonel Laut (KH) Ir. Akhmad Sudarto mengaku bangga pangkalannya dijadikan tempat untuk kegiatan bersekala internasional tersebut.

“Boarding officer course ini merupakan yang ketiga kali dan yang terakhir dengan melibatkan US Coast Guard. Rencananya tahun depan kita akan menyelenggarakan kegiatan serupa secara mandiri setelah ilmu-limu Coast Guard dari Amerika Serikat tersebut diserap dengan baik oleh para calon trainer kita dalam pelatihan ini,” kata Akhmad.

Ia juga sependapat dengan Direktur KPLP Capt. Karolus G Sengadji yang menyatakan bahwa KPLP merupakan satu-satunya lembaga yang diakui dunia internasional, khususnya organisasi maritim dunia atau Internasional Maritime Organization (IMO) sebagai Sea And Coast Guard di Indonesia. Sehingga pelatihan peningkatan keterampilan dan keahlian dalam menegakkan supremasi hukum memang sangat diperlukan.

“Selain itu setiap personel KPLP juga dituntut untuk memahami regulasi bidang pelayaran, baik yang berlaku di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya. (aliy)