Angkasa Pura 2

Jadi Bendahara Umum PPP, Mantan Direksi Angkasa Pura I & II: Insya Allah Amanah

Bandara FigurRabu, 27 April 2016
032481400_1409219597-angkasapura130411b.jpg.cf

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Mantan direksi PT Angkasa Pura I dan II, Tommy Soetomo, masuk ke panggung politik. Dia bersedia menjadi Bendahara Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Insya Allah amanah,” cetus mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura I itu kepada BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans, Rabu (27/4/2016).

Ihwal penunjukannya selaku pimpinan pusat partai berlambang Ka’bah itu, dia menjelaskan dipinang Ketua Umum PPP Ir. H. Muhammad Romahurmuziy M.T. Banyak alasan yang disodorkan agar Tommy mau bergabung.

“Faktor utama yang menjadi daya tarik besar saya menerima pinangan tersebut adalah banyak orang-orang muda well educated antara lain dari UI, ITB dan UGM. Orang-orang muda yang juga kalangan profesional di sejumlah bidang ini selain cerdas, juga berjiwa amanah dan memiliki visi besar memajukan Indonesia,” ungkap Tommy.

Faktor lainnya, dia mengemukakan PPP mengedepankan akhlaqul karimah dalam berpolitik. Santun dan mau mendengarkan pendapat pihak lain, serta tidak terjebak kepada arus politik dengan kepentingan sesaat.

Dengan modal besar tadi, dia optimistis kehadirannya di PPP akan semakin memperkuat partai itu meraih kejayaan di Indonesia. “Prestasi seperti yang pernah dicetak oleh Buya Hasan Ismail Metareum,” tutur pria yang membuat kinerja PT Angkasa Pura I mengkilat tersebut.

Prestasi besar akan diperjuangkan oleh Tommy Soetomo seperti halnya ketika memoles PT Angkasa Pura I, sehingga bandara-bandara yang dikelolanya mendapatkan prestasi tak hanya level nasional tetapi juga internasional.

Prestasi yang dibikinnya di PT Angkasa Pura I itu sungguh heroik. Karena Tommy tetap bekerja di tengah fakta istri sakit keras dan dirinya sendiri mengalami sakit ginjal sehingga harus rutin cuci darah.

ALASAN PPP
Sebelumnya Jubir F-PPP Arsul Sani menjelaskan latar belakang PPP menunjuk Tommy Soetomo menjadi bendahara umum partai.

“Pak Tommy Soetomo, mantan Dirut AP I, CEO terbaik. Kita memang partai tapi biar bagaimanapun kita butuh manajemen, maka kita butuh orang-orang yang punya pengalaman seperti itu,” jelas Jubir F-PPP Arsul Sani di Gedung DPR, Kompleks Senayan, Jakarta, Rabu (27/4/2016).

“Seperti kenapa saya dipilih sebagai Sekjen, itu karena saya pernah 14 tahun jadi direksi di perusahan multinasional,” sambungnya.

Arsul akan mendatangi Kantor Kemenkum HAM untuk mengambil SK kepengurusan PPP pukul 14.00 WIB siang ini. Dalam muktamar PPP, Romahurmuziy (Romi) terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum.

PRESTASI TOMMY
Dia menjabat di posisi puncak di BUMN pengelola bandara tersebut sejak 23 Juli 2010. Sebelumnya kelahiran Cimahi, Bandung, Jawa Barat, tahun 1960, ini menjabat sebagai direktur keuangan PT Angkasa Pura II.

Begitu menjabat sebagai dirut, salah satu pekerjaan besarnya adalah menyatukan kembali keretakan di tubuh manajemen. Beritatrans.com mencatat, dia berhasil mengharmonisasikan lagi hubungan di internal manajemen dan antara manajemen dengan serikat pekerja.

Prestasi lainnya adalah, dia cerdas dengan menggeber investasi pengembangan bandara dengan bertujuan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa. Dalam konteks pelayanan, dia mencanangkan parameter penilaian customer satisfaction index (CSI).

Skala CSI dari 1 (tidak memuaskan) hingga 5 (memuaskan). Untuk tahun 2012, penilaian CSI ini dilakukan oleh auditor independen yakni airport council international (ACI) dan LP3ES. Sebelumnya auditor adalah Indonesia National Air Carriers Association (Inaca).

Tahun 2011, pencapaiannya 3,57. “Ini masih jauh dari memuaskan. Tahun 2012, kami mencanangkan 2 bandara utama kami, yakni Makassar, Surabaya dan Denpasar, akan dirating CSI-nya,” ungkap Tommy

Dengan investasi antara lain dapat mendorong CSI. “Kalau CSI-nya bagus maka duit yang datang semakin banyak, begitu juga keuntungan perusahaan makin besar. Ini memang orientasinya kepada pelayanan. Jangan gara-gara ingin laba gede tapi investasi ditahan, pelayanan jadi korban,” ujar pria yang dikenal pegawai PT Angkasa Pura I sebagai sosok yang alim ini. (Agus Wahyudin).

loading...