Angkasa Pura 2

Mengintip Fasilitas Bandara Matahora Wakatobi

BandaraKamis, 28 April 2016
IMG_20160426_140253

WAKATOBI (beritatrans.com) – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terus menggenjot keberadaan sarana dan prasarana seluruh moda transportasi, tak terkecuali pada transportasi udara. Hal itu dilakukan untuk mempermudah dan meningkatkan konektivitas.

Diantara bandara yang dibangun Kemenhub, salah satunya, Matahora di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Bandara ini dibangun pada tahun 2007 berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM. 13 Tahun 2007.

Bandara Matahora mulai beroperasi sejak tahun 2009, ditandai dengan penerbangan perdana, dilakukan maskapai Susi Air dengan tipe pesawat Caravan C206D berkapasitas 12 seat. Rute yang diterbangi Wakatobi-Kendari, PP.

Yuk mengintip apa saja fasilitas bandara yang dikelola Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Ditjen Perhubungan Udara, Kemenhub.

Pada fasilitas sisi udara, bandara Matahora memiliki landasan dengan ukuran 2.000 x 30 m. Menurut Kepala bandara, Sarmin, dengan panjang landasan itu, maka bisa didarati pesawat terbesar jenis ATR 72 dan Boeing 737-500 dan 737-600.

“Taxiway kami 107 M x 18 M, ditambah apron 103 M x 73 M,” jelas Sarmin kepada Beritatrans.com, Kamis (28/4/2016).

Sementara, untuk fasilitas sisi darat, dibagi dua yakni yakni terminal yakni terminal penumpang dengan luas eksisting 1.524 M2, dan bangunan operasional sebanyak 15 jenis.

“Sarana lainnya yakni fasilitas bantu pendaratan yakni PAPI, Airfield lighting system, dan apron flood light,” tutur Sarmin.

Menurut Sarmin, seluruh pembangunan fisik di bandara Matahora dilakukan, berasal dari DIPA APBD yang kemudian dihibahkan ke UPBU. Dana DIPA APBN mulai 2011 juga ada yang dialokasikan untuk bandara Matahora.

“Dukungan Pemda setempat sangat besar dan mempermudah mewujudkan bandara Matahora ini, kendala dan tantangan bisa terlewati dengan baik,” tutup Sarmin. (omy)