Angkasa Pura 2

Up Date Muatan Kurikulum, STPI Gelar Diskusi Tentang “Link And Match” Selama Dua Hari

SDMFriday, 29 April 2016

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sekolah Tinggi Penerbangan Indoensia (STPI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Link And Match Kurikulum, Program Studi (Prodi) Komunikasi Penerbangan, Program Studi Lalu Lintas Penerbangan Dan Program Studi Penerangan Aeronautika”.

Diskusi ini dilakukan dua kali, yaitu Jumat (22/4/2016) dan Senin (25/4/2014), bertempat di Auditorium STPI, Curug, Tangerang Banten. FGD itu dilakukan untuk menyempurnakan kurikulum menjelang tahun ajaran baru 2016/2017 mendatang.

STPI menggelar acara FGD dengan tujuan untuk mereviw materi dan muatan kurikulum berbagai prodi di Kampus STPI Curug. Kurikulum pendidikan di STPI dan juga sekolah penerbangan lain di Tanah Air harus terus di-up date sesuai dinamika dan kebutuhan dunia kerja.

Dengan begitu, kualitas lulusan berbagai prodi di STPI semakin baik dan sesuai dengan kebutuhan pasar. “Hal itu bisa terjadi dan diwujudkan STPI kalau muatan kurikulum terus diperbaharui sesuai dinamika dan kebutuhan yang berkembang di lapangan,” kata Kasubag Rumah Tangga dan Humas STPI Suherman, saat dihubungi BeritaTrans.com di Jakarta, Jumat (29/4/2016).

Menurutnya, turun diundang dan memberikan saran dan masukan dalam FGD tersebut, seluruh pemangku kepentingan dan mitra kerja sekaligus pengguna lulusan berbagai prodi di STPI Curug.

“Mereka itu antara lain perwakilan dari Sekretariat BPSDM Perhubungan, Ditjen Perhubungan Udara, Perum LPPNPI, IATCA dan IANIMA,” sebut Suherman.

Dalam forum FGD selama dua hari di STPI tersebut, papar Suherman, banyak saran dan masukan dari pengguna jasa terutama pemakai lulusan dari STPI. selama ini, lulusan STPI banyak bekerja di berbagai BUMN seperti Perum LPPNPI, AP I, AP II, GMF AeroAsia, Garuda Indonesia dan maskapai penerbangan lainnya.

“Intinya, mereka menyampaikan kondisi yang berkembang di lapangan, lengkap dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) terkait penerbangan. Selanjutnya rekomendasi untuk dilakukan STPI sebagai lembaga diklat personel penerbangan di Indonesia,” katanya menirukan.

Semua itu, tambah Suherman, STPI sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan (diklat) personel penerbangan di Tanah Air harus bisa mengantisipasi dengan mendidik dan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) penerbangan yang terbaik sesuai tuntutan dan kebutuhan di lapangan.

“Dengan mengakomodasikan semua masukan serta realitas yang berkembang di pasaran, diharapkan mutu diklat di STPI serta kualitas lulusan yang dihasilkan makin baik. Mereka lulus dari STPI bisa langsung bekerja dan tak perlu pendidikan tambahan,” tegas Suherman.(helmi)