Angkasa Pura 2

Diduga Hasil Korupsi, Tiga Mobil Mewah Dan Dua Motor Ojang Sohandi Disita KPK

KoridorJumat, 29 April 2016
Jeep Robicon Ojang Sohandi

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita kendaraan mewah milik Bupati Subang, Ojang Sohandi yang ditetapkan menjadi tersangka. Mobil-mobil tersebut diduga berasal dari hasil korupsi yang merugikan negara di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Pada Kamis (28/4/2016), satu unit mobil Jeep Rubicon berwarna merah dengan nomor polisi B 1100 SJW tiba dan langsung terparkir di area parkir Gedung KPK. Sebelumnya, pada siang tadi KPK juga telah menyita dua mobil milik Ojang Sohandi yang disebut terkait gratifikasi. Dua mobil itu yakni jenis Jeep Wrangler Rubicon berwarna oranye bernopol D 50 KR dan Toyota Vellfire hitam bernopol T 1978.

Seperti dikutip okezone.com, selain mobil mewah tersebut, dua unit kendaraan sepeda motor juga disita KPK, yakni sepeda motor jenis trail bermerek KTM berwarna dasar putih serta kendaraan motor jenis ATV berwarna biru dengan nopol D 3 OZ. Kedua kendaraan motor yang biasa digunakan untuk olahraga offroad itu langsung dibawa ke dalam garasi KPK.

Usai diperiksa KPK siang tadi, Ojang Sohandi mengelak saat ditanya apakah dia mempunyai harta serta mobil banyak. Padahal harta kekayaannya yang tercatat pada LHKPN yang terlaporkan terakhir pada 9 Oktober 2014 yaitu total Rp3.706.521.043.

“Enggak banyak kok,” ucap Ojang usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (28/4/2016).

Sementara pengacara Ojang, Rohman Hidayat usai mendampingi kliennya diperiksa, mengatakan bahwa kendaraan-kendaraan yang dimiliki Ojang beberapa diantaranya tercatat di LHKPN yakni Toyota Vellfire dan Toyota Camry. Namun Rohman menyebutkan bila dirinya belum mengetahui kedua mobil itu dari hasil gratifikasi atau bukan.

“Kita lihat nanti, soalnya ada satu lagi Camry sudah masuk di laporan kekayaan, termasuk Velfire. Pak Ojang bilang sudah masuk laporan kekayaan. Artinya pada periode sebelumnya dua mobil itu sudah dimiliki oleh beliau. Apakah itu akan diproses sebagai hasil kejahatan gratifikasi itu akan kita lihat perkembangannya,” tegas Rohman. (dar/okz)