Angkasa Pura 2

13 Bandara Di PT Angkasa Pura I Alami Kenaikan 21,7 Persen Penumpang, Sedangkan Pesawat 12 Persen

BandaraSenin, 2 Mei 2016
2016-05-01 21.59.33

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Angkasa Pura (AP) I hingga kuartal I-2016 mencatat jumlah penumpang di 13 bandara kelolaan mencapai 19,6 juta orang atau tumbuh 21,7 persen dibandingkan periode yang sama 2015 sebesar 16,1 juta orang.

“Seluruh bandara di bawah kelolaan Angkasa Pura I mengalami kenaikan jumlah penumpang,” ujar Corporate Secretary Angkasa Pura I Farid Indra Nugraha dalam siaran pers.

Menurut Farid, Bandara Adi Soemarmo Solo mencatat pertumbuhan tertinggi, yaitu 50,3 persen diikuti Bandara El Tari Kupang tumbuh 45,7 persen, Bandara Internasional Lombok 43,6 persen) dan Bandara Sam Ratulangi Manado naik 26,3 persen.

Selain jumlah penumpang, jumlah pesawat yang dilayani 13 bandara Angkasa Pura I juga mengalami peningkatan sebesar 12 persen menjadi 181.000 pergerakan pesawat dari periode yang sama 2015 sebanyak 161.000 pergerakan.

“Selain kondisi perekonomian yang membaik, lanjut Farid, kenaikan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat karena investasi Angkasa Pura I mulai menampakkan hasilnya,” ungkapnya seperti dikutip beritasatu, Jumat 29/4/2016).

Selain itu, kata dia, penambahan rute-rute baru termasuk penerbangan umroh dari beberapa maskapai juga memberikan dampak signifikan.

Sejak Desember 2015 hingga April 2016, tercatat 12 penambahan rute baru, termasuk penerbangan umroh Lion Air secara langsung meliputi Banjarmasin-Jeddah-Madinah.

Penambahan frekuensi penerbangan cukup agresif di awal tahun ini. Setidaknya ada empat penambahan frekuensi dari dan ke bandara-bandara Angkasa Pura I.

Pada 3 Mei 2016 mendatang, Garuda Indonesia juga akan membuka rute penerbangan umroh Solo-Jeddah. Penambahan frekuensi juga dilakukan Lion Air untuk rute Balikpapan-Makasar, Lion Air Manado-Makasar, Lion Air Bandung-Surabaya, dan Sriwijaya Air Surabaya-Berau.

Farid mengungkapkan, salah satu strategi Angkasa Pura I mengejar peningkatan pertumbuhan penumpang dan rute-rute baru adalah menyelenggarakan Collaborative Destination Development (CDD), sebuah focus group discussion (FGD) yang mempertemukan airport operator, airline, travel agent, hingga pemerintah daerah, untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan pariwisata.

“Sejak akhir tahun lalu hingga Januari 2016, CDD telah digelar di empat kota, yakni Manado, Solo, Lombok, dan Kupang,” jelas Farid. (via).

loading...