Angkasa Pura 2

Pakar: Kepala Daerah Dan Pemangku Kepentingan Harus Aktif Atasi Kemacetan Lalin Selama Arus Mudik

KoridorSenin, 2 Mei 2016
Pantura Macet 2

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pakar transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, Pemerintah daerah harus ikut berperan aktif untuk memperlancar arus mudik Lebaran tahun 2016 mendatang. Masih ada potensi kemacetan saat arus mudik Lebaran mendatang mulai dari Merak sampai Surabaya bahkan Ketapang, Banyuwangi.

“Perlu antisipasi khusus, kesiapsiagaan aparat di lapangan sampai melakukan rekayasa lalu lintas jika ada indikasi terjadi kemacetan dan antrean panjang di daerahnya,” kata Djoko Setijowarno menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Senin (2/5/2016).

Ketua MTI Jawa Tengah itu menambahkan, selama ini banyak kepala daerah yang enggan bahkan tidak peduli dengan kemacetan lalu lintas kendaraan saat arus mudik Lebaran, Natal dan Tahun Baru bahkan saat libur panjang di Tanah Air. Hampir bisa dipastikan, jika ada libur panjang hampir bisa dipastikan terjadi kemacetan panjang di jalur pantura, meski sudah ada jalan tol transjawa.

“Kasus kemacetan tersebut harus diantisisipasi dengan baik, jangan sampai terjadi kemacetan panjang lagi saat musim Lebaran 2016 nanti,” jelas Djoko yang juga Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto, Semarang itu.

“Kepala daerah dengan para pemangku kepentingan seperti Dinas Perhubungan, Polda, Polres dan aparat negara lainnya harus bersinergi mengantisipasi agar “ritual” arus mudik Lebaran nanti berjalan lancar. Jika ada indikasi terjadi kemacetan panjang, harus segera diambil tindakan,” papar Djoko.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menyampaikan persiapan dan rencana operasi Angkutan Lebaran tahun 2016. Sejauh ini, masih ada beberapa potensi titik macet di Pulau Jawa harus diantisipasi, mulai Merak, Banten di ujung barat sampai Ketapang di Banyuwangi Jawa Timur.

“Dari hasil evaluasi penyelenggaraan angkutan Lebaran sebelumnya, beberapa lokasi yang dapat menimbulkan kemacetan pada saat arus mudik dan balik di antaranya pintu tol, persimpangan, pasar tumpah, perlintasan KA sebidang, kawasan wisata, dan SPBU dan rest area di jalan tol,” kata Kepala Biro Informasi dan Komunikasi Publik Hemi Pamurahardjo.

11 Titik Potensi Kemacetan

Hemi menjelaskan lokasi rawan kemacetan di Pulau Jawa juga telah diidentifikasi Kemenhub pada 11 titik yaitu:

-Merak
- Cikampek dan sekitarnya
- Nagrek dan sekitarnya
- Cirebon-Pejagan-Brebes Ps Gebang
- Akses Tol Pejagan dan Pejagan
- Ketanggungan – Prupuk
- Jembatan Cipait dan Kalipah
- Ciregol
- Sumpiuh
- Akses Tol Semarang – Ungaran
- Ambarawa
- Broncong
- Tuban
- Babat
- Lamongan
- Porong – Sidoarjo.

Sementara, telah teridentifikasi sebanyak 24 lokasi pasar tumpah yang tersebar mulai dari ujung barat Pulau Jawa yaitu Serang hingga ujung timur (Banyuwangi). Sedangkan beberapa lokasi rawan macet akan terjadi terutama di jalan-jalan nasional yang berpotongan dengan jalan tol, yakni sebelum masuk tol dan setelah keluar tol.(helmi)