Angkasa Pura 2

Pakar: Jalan Macet Ke Objek Wisata Karena Tak Ada Angkutan Umum Yang Memadahi

Destinasi KoridorKamis, 5 Mei 2016
macet-puncak-jawa-barat_20141226_194354.jpg.cf

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kemacetan lalu linta pada libur akhir pekan ini hanya di domina jalur-jalur utama ke objek nasional. Sedang daerah yang bukan tujuan wisata arus lalu lintas masih relatif terkendali.

Demikian disampaikan pakar transportasi dan Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto, Semarang Djoko Setijowarno saat diminta komentarnya oleh BeritaTrans.com di Jakarta, Kamis (5/5/2016).

Dikatakan, daerah seperti Kota Semarang belum menjadi daerah tujuan wisata. “Implikasinya tidak macet seperti Kota Solo, Bali, Bandung atau Yogyakarta,” kata Djoko serius.

Namun begitu, kilah dia, daerah yang menjadi transit atau dilalui arus mudik atau wisatawan yang akan berlibur harus mengantisipasi dengan baik.

“Harus mengantisipasi dengan baik, dan siap melakukan rekayasa lalu lintas jika kondisi mendesak dan perlu segera diambil tindakan,” papar Ketua MTI Kawa Tengah itu.

Yang tak kalah pentingnya, menurut Djoko, Pemerintah Daerah (Pemda) harus menyiapkan angkutan umum yang baik.

“Perlu ada trayek angkuta umum reguler melintasi objek wisata andalan, seperti Borobudur, Prambanan, Solo, Lembang dan termasuk kawasan Puncak Bogor-Cianjur macet , padat sejak kemarin,” kilah Djoko.

Yang terjadi selama ini, tambah Djoko, banyak objek wisata andalan tapi tak dilengkapi trayek angkutan umum yang baik dan nyaman.

“Akibatnya, banyak wisatawan datang dengan kendaraan pribadi dan memicu kemacetan lalu lintas dan merugikan masyarakat dan memicu ekonomi biaya tinggi,” terang Djoko.

Dia menambahkan, membangun destinasi wisata yang baik itu perlu, karena bisa mendorong pertumbuhan ekonomi satu wilayah.

“Tapi pembangunan itu harus tuntas, termasuk membangun angkutan umum di daerah wisata. Jangan sebaiknya mengembangkan destinasi wisata tapi tidak disediakan angkutan umum yang baik,” tegas Djoko.(helmi)