Angkasa Pura 2

Sebelum Liburan Panjang, Ditkappel Blusukan Uji Petik 3 Kapal Di Tanjung Emas Hingga Larut Malam

DermagaThursday, 5 May 2016

SEMARANG (BeritaTrans.com) – Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada liburan panjang, 5-8 Mei 2016, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menggelar uji petik kelaiklautan kapal hampir di seluruh pelabuhan kapal penumpang.

Pelaksanaan uji petik ini sesuai dengan arahan Menteri Perhubungan dan Plt Direktur Jenderal Perhubungan Laut untuk selalu waspada dan fokus terhadap masalah keselamatan.

Sejalan dengan arahan tersebut, maka Direktur Perkapalan dan Kepelautan (Dirkappel) Ir. Sugeng Wibowo, MM, selalu menginstruksikan agar selalu dilaksanakan uji petik kapal penumpang sewaktu-waktu di samping pemeriksaan secara berkala yang selama
ini dilakukan sesuai dengan peraturan.

IMG-20160505-WA0015

Pelaksanaan uji petik antara lain digelar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Uji dilakukan bersama Marine Inspector Direktorat Perkapalan dan Kepelautan dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas Semarang dan dipimpin langsung Syahbandar Tanjung Emas Bapak Viktor Subroto M.Eng, Rabu, 4 Mei 2016.

Waktu pelaksanaan uji petik di Pelabuhan Tanjung Emas ini dipilih karena mengikuti jadwal keberangkatan kapal penumpang yang akan berangkat 3 kapal penumpang milik PT Dharma Lautan Utama yaitu KMP Dharma Kencana II tujuan Kumai dan Pontianak dengan ukuran GT 4004 berkapasitas 941 penumpang dan 20 unit kendaraan campuran.

Selain itu, uji petik terhadap KMP Darma Ferry II tujuan Ketapang Kalimantan Barat dengan ukuran GT 2673 berkapasitas 542 penumpang dan 18 kendaraan campuran dan Dharma Ferry VIII tujuan Kumai dan Pontianak dengan ukuran GT 2877 berkapasitas 430 penumpang dan 22 kendaraan campuran.

IMG-20160505-WA0013

“Tujuan Pelaksanaan uji petik kali ini salah satunya ditekankan untuk memeriksa kondisi dan kesesuaian jumlah perlengkapan dan peralatan alat keselamatan di kapal dimana telah dilaksanakannya pengujian water sprinkler pada deck kendaraan,” ungkap salah satu Marine Inspector Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Wahyu Ardhiyanto ST. MT.

Wahyu mengemukakan Marine Inspector yang lain Adib Zuhairi ST mengecek penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kapal. “Untuk penerapan sistem manajemen keselamatan pada kapal dharma kencana II lebih menekankan pelaksanaan internal audit sistematis dan terjadwal sehingga menghindarkan adanya celah terjadinya ketidaksesusian di atas kapal,” jelasnya.

“Sistem pengikatan kendaraan (lashing) tidak luput dari pengecekan pada saat uji petik ini, mengingat pergeseran muatan kendaraan yang tidak dilashing dapat mempengaruhi sistem stabilitas kapal,” ungkap Sunarso ST Marine Inspector KSOP Tanjung Emas.

Pelaksanaan uji petik ini dilakukan mulai pagi hingga malam sesuai dengan jadwal terakhir keberangkatan kapal pukul 23.00.

IMG-20160505-WA0014

Wahyu mengutarakan secara umum aspek kelaiklautan kapal pada kapal-kapal milik PT Dharma Lautan Utama pada saat pemeriksaan dan pengujian cukup baik meskipun ada beberapa rekomendasi yang harus dilaksanakan sebelum kapal berangkat.

“Seperti ikatan tambahan pada liferaft yang tidak sesuai persyaratan agar dilepas sehingga mudah digunakan apabila diperlukan dan familirisasi serta safety meeting di kapal agar dilakukan secara teratur setiap kali kapal mau berangkat termasuk semua alat pemadam kebakaran agar selalu tersedia pada pada tempatnya,” ujarnya.

Dia mengharapkan dengan pelaksanaan uji petik ini tidak ada lagi kecelakaan kapal yang terjadi dan menimbulkan korban jiwa, tentunya peran serta dari seluruh operator kapal dan masyarakat pengguna jasa juga sangat penting untuk ikut menjaga alat-alat keselamatan dan pemadam kebakaran yang ada di kapal. (dien).