Angkasa Pura 2

Kapal Di Pelabuhan Tanjung Perak, Gresik, Merak, Kuala Tanjung & Belawan Diuji Petik Tim Ditkappel

DermagaSabtu, 7 Mei 2016
2016-05-07 11.38.32

SURABAYA (BeritaTrans.com) – Aksi uji petik digeber di hampir seluruh pelabuhan yang melayani kapal penumpang. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkappel) Ditjen Perhubungan Laut bekerja keras menguji petik dalam rangka menjamin keselamatan pelayaran tersebut.

Kapal-kapal yang melayani penumpang diperiksa. Pemeriksaan tersebut antara lain di Pelabuhan Bajoe, Kolaka, Kendari, Padang Bai, Benoa, Gresik, Tanjung Perak, Tanjung Emas, Merak, Belawan dan Kuala Tanjung.

Di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan Pelabuhan Gresik, Jawa Timur, uji petik oleh marine inspector bahkan dipimpin langsung Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ir. Sugeng Wibowo, MM.

IMG-20160507-WA0012

IMG-20160507-WA0017

IMG-20160507-WA0011

“Sesuai perintah Bapak Menteri Perhubungan dan Bapak Plt. Dirjen Perhubungan Laut, maka kami harus memberikan jaminan keselamatan pelayaran. Negara harus memberikan keselamatan transportasi laut untuk publik. Karena itu, kami menguji petik kapal-kapal di pelabuhan,” ungkap Sugeng Wibowo kepada BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans, Sabtu (7/5/2016).

Pemeriksaan keselamatan pelayaran kapal ini, mantan Kepala Otoritas Pelabuhan Tanung Perak itu menjelaskan digelar berkaitan dengan meningkatnya penumpang kapal saat liburan panjang dan mengantisipasi angkutan Lebaran.

Dalam memberikan jaminan keselamatan pelayaran itu, Sugeng Wibowo menguji pengunaan pemadam kebakaran kapal Dharma Kartika IX.

IMG-20160507-WA0039

IMG-20160507-WA0043

Uji petik, Sugeng Wibowo menuturkan digelar dengan menggandeng pihak syahbandar pelabuhan. “Seluruh instansi Kementerian Perhubungan bekerja sama dalam menjaga keselamatan pelayaran. Bagi kami, keselamatan harus dijunjung tinggi dan tidak boleh ditawar-tawar,” tegasnya.

Di Pelabuhan Tanjung Perak, dia mengemukakan tiga kapal diuji petik itu yakni KM Mutiara Sentosa II (tol laut) rute Surabaya-Panjang, Lampung, milik pelayaran PT Arosin Lampung Pelayaran ALP), KM Dharma Kartika IX, Kapal roro pelayaran lintas panjang milik PT Dharma Lautan Utama ( DLU), KM Tidar milik PT Pelni.

IMG-20160507-WA0029

IMG-20160507-WA0020

Sedangkan di Pelabuhan Gresik, Sugeng Wibowo mengutarakan tim marine inspector memeriksa kapal KM Express Bahari,

Berbagai peralatan dan perlengkapan keselamatan pelayaran di kapal diteliti oleh tim marine inspector antara lain Capt. Amir Makbul dan Iwan Nugroho, ST. Lashing, lifebuoy, life jacket, lashing dan alat pemasam kebakaran diperiksa satu-persatu.

IMG-20160507-WA0013

MERAK
Tim marine inspector juga menggelar uji petik kapal di Pelabuhan Merak, Banten.
Kepala Subdit Kepelautan Ditkappel Capt. Ferry Akbar didampingi Kepala Seksi Sertifikasi Kepelautan Ditkappel Capt. Bharto Ari Raharjo beserta tim marine inspector Ditkappel menguji petik keselamatan kapal di Pelabuhan Merak.

Tim memeriksa perlengkapan dan peralatan keselamatan kapal penyebrangan Windu Karsa Pratama berbobot GT 3123, yang sedang sandar.

BELAWAN & KUALA TANJUNG
Di Sumatera Utara, tim marine inspector dipimpin Kepala Seksi Perlindungan Awak Kapal Subdit Kepelautan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Ditkappel Capt. Gunanwan P.S menguji petik kapal di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung.

IMG-20160507-WA0024

IMG-20160507-WA0027

HASIL UJI PETIK
Dari hasil uji petik, Sugeng Wibowo mengungkakan secara umum peralatan dan perlengkapan keselamatan pelayaran di kapal berfungsi dengan baik. Meski demikian, memang ada beberapa catatan kepada nakhoda dan operator kapal untuk segera memperbaikinya.

“Catatan itu antara lain agar kru kapal leih siaga dan sigap untuk mengoperasikan peralatan keselamatan. Tidak boleh lambat. Harus cepat dan tepat. Karenanya, perlu ada latihan yang diagendakan,” ujarnya.(gus).