Angkasa Pura 2

Tanjung Lesung Banten Padat Wisatawan‎

Destinasi KoridorMinggu, 8 Mei 2016
images(40)


BANTEN (beritatrans.com) – ‎Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung, Banten, dipadati wisatawan pada liburan long weekend 5-8 Mei 2016. Seluruh hunian hotel terisi 100 persen. Sebagian besar kendaraan pelat ‘B’ memadati area wisata pantai tersebut.

Diperkirakan, masyarakat juga ingin mencoba seberapa bagus akses menuju kawasan pariwisata yang akan memiliki tol Serang-Panimbang pada 2018 tersebut.‎

Menurut Ida Irawati, Tim Percepatan 10 Destinasi Kemenpar yang ditugaskan mengawal Tanjung Lesung itu, suasana liburan kali ini memang beda. Lebih bergairah, lebih menyenangkan, meski masih ada kekurangan sana sini. 

“Di KEK Tanjung Lesung ada aktifitas French Boyscout Camp, yang dimulai 30 April – 8 Mei 2016. Namanya kids program back to nature, anak-anak kecil wisman yang bermain di alam tropis, dengan sawah, camping, hutan, lengkap dengan suasana alamnya,” kata Ida dalam keterangan resmi yang diterima beritatrans.com, Minggu (8/5/2016).

Apalagi didukung cuaca cerah, dikatakan Ida, menambah kemeriahan dan menyenangkan berada di KEK Tanjung Lesung.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengemukakan, ‎diharapkan, akses tol Serang-Panimbang itu segera terealisasi. Dengan selesainya akses itu, industri di Tanjung Lesung sudah pasti akan hidup dan berkembang sendiri. KEK-nya nanti tinggal mengatur, agar kawasan itu semakin baik, tertata dan menjadi kekuatan pariwisata nasional. 

“Jadi orang Jakarta punya pilihan di empat penjuru. Bisa ke Tanjung Lesung arah barat, bisa ke Pulau Seribu arah Utara, bisa ke Bogor, Puncak, sampai ke Bandung ke Timur dan Selatan. Pariwisata kita akan semakin punya akses yang lancar,” kata Arief.

‎Menurut Arief, akses adalah syarat mutlak sebuah destinasi wisata itu dibangun. Tiga A, selain akses, dua A yang lain yang penting adalah Atraksi dan Amenitas. 

“Bila modal atraksi sudah punya, alam dan budaya? Akses sudah disiapkan pemerintah? Maka sektor swasta yang akan mengembangkan amenitas, seperti hotel, resto, cafe, convetion, transportasi lokal, mal, dan sarana pendukung lainnya,” tutur Arief. (omy)

loading...