Angkasa Pura 2

Johnson: Kasus Perompakan Turunkan 30 Persen Pendapatan Perusahaan Pelayaran Anggota INSA

DermagaSenin, 9 Mei 2016
2016-04-20 10.50.40

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bersama dengan Indonesia National Shipowners Association (INSA) menggelar diskusi terkait tantangan dan strategi pembangunan industri maritim di pelayaran Indonesia dan negara tetangga.

Ketua Umum INSA Johnson W Sutjipto menuturkan, banyaknya kasus terkait pembajakan kapal-kapal pelayaran Indonesia membuat ketakutan para pelaut Indonesia. Alhasil, berdampak pada pendapatan para pelaku pelayaran di Indonesia yang menurun hingga 30 persen.

“Kondisi sekarang kenyaman dan keamanan para pelaut tidak ada. Karena banyaknya pembajakan seperti di Filipina baru-baru ini, membuat para perusahaan pelayaran menurut high cost-nya, karena para pelaut ketakutan,”ujar Johnson di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Senin (9/5/2016).

Menurut Johnson, negara-negara terkait pelayaran Indonesia seperti Malaysia, Filipina, dan negara ASEAN lainnya, terus melakukan pembicaraan. Pasalnya, ini terkait dengan perlintasan kapal yang bisa dipastikan kenyaman dan keamanannya.

“Moratorium kemarin (kasus Filipina) terhadap pelayaran kapal Indonesia, berdampak kapal-kapal Indonesia tidak bisa mengangkut barang dan harus berputar masuk kembali ke Pontianak. Ini perlu dikoordinasikan antar tiap negara, supaya dapat kepastian berlayar,” cetusnya seperti dikutip okezone.com. (via)