Angkasa Pura 2

Pelabuhan Patimban Subang Dibangun Awal Tahun Depan & Mulai Dioperasikan Tahun 2019

DermagaRabu, 11 Mei 2016
664xauto-jokowi-akan-geser-pelabuhan-cilamaya-ke-patimban-160502f.jpg.cf

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengemukaka Pelabuhan Patimban akan menggunakan skema pembiayaan antarpemerintah.

“Rencana pembangunannya dimulai kira-kira awal tahun depan, dan 2019 bisa mulai pengoperasian tahap I dengan kapasitas awal sekitar 1,5 juta TEUs, ungkapnya, kemarin.

Di sisi lain, total investasi yang dibutuhkan untuk membangun pelabuhan itu sekitar Rp 40 triliun. Pemerintah membuka kesempatan tawaran pinjaman dari Jepang untuk membiayai proyek tersebut. Meski pinjaman itu memiliki bunga murah sebesar 0,01 persen, pemerintah berkomitmen memiliki sepenuhnya Pelabuhan Patimban.

Menurut Jonan, yang paling utama adalah kehadiran pelabuhan besar itu untuk mendorong aktivitas ekspor. Saat ini memang sudah ada kompleks industrialisasi besar di Jawa Barat. Namun, pelabuhan yang ada selama ini tidak cukup menampung kebutuhan tersebut meskipun ada perluasan pelabuhan seperti Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kalau di daerah DKI Jakarta dan sekitarnya, Jabodetabek pasti ke Tanjung Priok. Tapi kalau ke daerah Karawang, Cikarang, dan daerah Jawa Barat lain, saya kira akan ke Pelabuhan Patimban,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan berencana mengambil pinjaman dari Jepang untuk membiayai pembangunan proyek Pelabuhan Patimban. Alasannya, hingga saat ini hanya Jepang yang sudah menyatakan kesiapannya untuk membiayai proyek tersebut.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengatakan belum ada investor negara lain yang menyampaikan minatnya untuk membiayai proyek Pelabuahan Patimban. “Hanya Jepang yang nyatakan tertarik, belum ada negara lain lagi yang tertarik,” kata Direktur Transportasi Bappenas Bambang Prihartono.

Bambang menjelaskan saat ini pihaknya masih menunggu surat resmi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk membahas skema pendanaan proyek ini. “Setelahnya, kami akan bahas bersama dengan Kemenhub mengenai kapan (utang) dimasukkan dalam Bluebook (daftar rencana utang pemerintah),” ujarnya. (Aliy).

loading...