Angkasa Pura 2

Takajo; Hubungan Dagang Majapahit dan Jepang Sangat Baik Pada Abad Ke 15

DermagaRabu, 11 Mei 2016
20160511_094409-1-1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Takajo anggota Japan Admiration Community (JAC) atau masyarakat Jepang pencinta budaya mengatakan dia sangat mencintai budaya Indonesia dan Jepang.

Dia sangat lancar menceritakan hubungan Kerajaan Majapahit dengan masyarakat Okinawa , Jepang (dulu bernama Ryukyu) pada abad ke 15. “Masyarakat Okinawa melakukan kunjungan ke Majapahit sembilan kali. Sementara Majapahit berkunjung ke Jepang lima kali,” kata Takajo di sela-sela pelepasan kapal ekspedisi Spirit of Majapahit menuju Jepang di Pantai Marina, Ancol, Rabu (11/5/2016).

Saat itu hubungan dagang Kerajaan Majapahit dan masyarakat Okinawa sangat baik . Masyarakat Okinawa membeli rempah rempah dari Majapahit, sementara masyarakat kerajaan Majapahit membeli barang barang seperti keramik dari Okinawa, katanya kepada BeritaTrans.com dan tabloid mingguan Berita Trans

Tapi setelah Belanda menjajah Indonesia kunjungan antara masyarakat Jepang dan Indonesia tidak sepopuler sebelumnya, kataTakajo.

Sementara itu bincang bincang dengan BeritaTrans.com dan tabloid mingguan Berita Trans, Deputi Bidang SDM, IPTEK dan Budaya Maritim, Kemenko Maritim dan Sumberdaya, Safri Burhanuddin mengatakan sebenarnya selepas era Majapahit, pedagang pedagang asal Bugis masih sering berdagang ke Jepang.

Kemudian melalui Perjanjian Bungaya Belanda melarang orang Bugis berdagang dengan Jepang. “Yang boleh dagang saat itu hanya Belanda,” tutur Safri.

Safri mengatakan kapal layar Spirit of Majapahit menjadi simbol semangat maritim Majapahit dan menjadi monumen sejarah di Jepang. Selain itu sebagai perwujudan kerjasama budaya Indonesia – Jepang. (wilam)

loading...