Angkasa Pura 2

BPTJ Pasang Target Porsi Angkutan Umum 60% Hingga 2030

KoridorKamis, 12 Mei 2016
Suharto_BPTJ_beritatrans.com

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menargetkan porsi angkutan umum bisa mencapai 60 persen pada 2030. Salah satu caranya dengan membatasi pergerakan angkutan pribadi.

“Mereka akan kita alihkan menggunakan angkutan umum, termasuk dengan mengoptimalkan angkutan permukiman bagi masyarakat kelas menengah ke atas,” kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPTJ Suharto usai Focus Group Discussion (FGD) tentang penyusunan rencana umum pelayanan angkutan permukiman di kantor BPTJ, Jakarta, Kamis (12/5/2016).

Suharto mengatakan, saat ini share atau porsi angkutan umum masih 15 % dari 47,5 juta pergerakan penumpang di Jabodetabek selama tahun 2015 lalu. Dengan pertumbuhan sekitar 10% per tahun, maka diperkirakan pada 2030 akan mencapai 100 juta pergerakan kendaraan di Jabodetabek.

“Kondisi ini harus diantisipasi mulai dari sekarang,” kata Suharto.

Selain menyediakan angkutan permukiman, BPTJ juga akan mengupayakan untuk membuat lajur khusus di jalan tol bagi angkutan umum atau yang disebut High Occupancy Vehicle (HOV) Lane. Konsepnya saat ini masih dalam tahap pembahasan dengan kementerian dan lembaga terkait se-Jabodetabek, termasuk dengan Kepolisian.

“Targetnya tahun ini sudah bisa direalisasikan,” katanya.

Langkah lainnya, lanjut Suharto, mengintegrasikan seluruh moda transportasi seperti kereta api, kereta commuter line, Mass Rapid Transit (MRT), Light Rapid Transir (LRT) dan bus Transjakarta. Targetnya tahun 2018 sudah bisa terlaksana. Sedangkan tahun depan akan dilakukan detailed engineering design (DED) terlebih dahulu.

“Dengan pengintegrasian tersebut diharapkan share angkutan umum bisa bertambah hingga 24% dari posisi sekarang,” ujar Harto.

Dengan pengintegrasian itu juga BPTJ menargetkan dapat memangkas waktu perjalanan dari ujung Jabodetabek sampai pusat kota maksimal 1,5 jam. (aliy)