Angkasa Pura 2

Kapal Tanker Hai Soon 12 Dibajak 9 WNI Di Selat Singapura, Sudah Ditangkap TNI AL

DermagaKamis, 12 Mei 2016
IMG-20160508-WA0015

SURABAYA (BeritaTrans.com) – Kapal tanker Motor Vessel (MV) Hai Soon-12 bermuatan 240 ton bahan bakar minyak (BBM) solar yang semula berlayar dari Singapura menuju India, dibajak sekelompok perompak di Selat Singapura.

Namun, sembilan pembajak yang semuanya WNI beserta kapal dan muatannya dicegat awak kapal perang KRI Untung Suropati-372 milik TNI Angkatan Laut (AL).

Rencananya, kapal yang dibajak tersebut akan dirapatkan pada salah satu pelabuhan di Timor Leste. Saat ini kapal asal Singapura itu diamankan di Dermaga Ujung, Surabaya. Selama dibajak, kapal tanker MV Hai Soon diubah namanya menjadi MV Aiso oleh kawanan pembajak.

“Sembilan tersangka pelaku pembajakan semuanya adalah warga kita sendiri, WNI dan hanya menuruti ‘perintah’ otak pelaku berkewarganegaraan Singapura yang menjanjikan upah Rp 200 juta bila dapat merapatkan kapal beserta isinya di pelabuhan Timor Leste,” ujar Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto SH, MAP dalam keterangan pers di Mako Armatim, Surabaya.

Seperti dirilis beritasatu.com, arwanto menyatakan tidak semua tersangka biasa terlibat dalam pembajakan kapal. Ada tersangka yang awalnya bekerja di pertambangan dan terpaksa ikut komplotan penjahat karena diiming-imingi upah mahal.

Dari keterangan saksi korban, kapal tangker MV Hai Soon-12 berangkat dari Singapura, namun setiba di Selat Karimata tanpa diketahui didekati sebuah perahu tak dikenal. Sekelompok penumpang perahu yang bersenjata tajam dengan cekatan naik ke MV Hai Soon 12, Minggu (8/5).

Mereka mengancam akan menghabisi anak buah kapal (ABK) yang mencoba melawan. Salah seorang tersangka sengaja memutuskan radio komunikasi sehingga kehilangan kontak komunikasi. Hanya saja, pergerakan kapal tetap dapat termonitor karena terpasang perangkat automatic identification system (AIS). “MV Hai Soon-12 terdeteksi berada di wilayah perairan Tanjung Puting,” ujarnya.

Dalam beberapa saat, nama kapal yang dibajak diubah menjadi MV Aiso, sementara huruf yang lainnya dicat hitam. KRI Untung Suropati akhirnya berhasil menaklukkan MV Aiso setelah diberi tembakan peringatan meriam.

Sebelumnya, KRI Teluk Cendrawasih dan KRI Teluk Rupat sempat menerima infoormasi pembajakan dan juga diperintahkan menghadang kapal MV Hai Soon.

Selain mengamankan 9 tersangka pelaku pembajakan, 20 ABK MV Hai Soon-12 beserta seorang penumpang juga diselamatkan yang terdiri dari enam asal Myanmar, dua asal Korea Selatan, satu dari Singapura, 11 warga Tiongkok, dan satu WNI asal Batam.

“Ini adalah pembajak kapal jaringan internasional dengan sasaran BBM yang diangkut kapal tanker. BBM hasil kejahatan itu dipastikan akan dijual. Informasi dari Singapura bahwa kapal (yang dibajak) itu hendak menuju ke Australia, namun dibajak dan hendak dirapatkan di salah satu pelabuhan di Timor Leste,” ujar Darwanto.

Setelah TNI AL mendapatkan data yang cukup, kata dia, kasus tersebut segera diserahkan ke kejaksaan untuk diproses lebih lanjut.

BERLAWANAN ARAH
Terkait pembajakan tersebut, BeritaTrans.com sebelumya memberitakan ata Vessel Traffic Service (VTS) Batam, yang diooperasikan Distrik Navigasi Tanjungpinang Kementerian Perhubungan memperlihatkan fakta amat menarik tentang pelayaran kapal tanker Hai Soon 12 dari Singapura tujuan India.

Data tersebut, Senn (9/5/2016) pagi, didapat BeritaTrans.cm dan tabloid mingguan BeritaTrans dari Kepala Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Bambang Purwanto.

IMG-20160509-WA0000

Bambang mengemukakan kapal berangkat dari pelabuhan di Pulau Seraya, Singapura, Jumat (6/5/2016) pagi, pukul 07.46. Namun setelah berlayar sekitar s1 jam 14 menit, Hai Soon 12 berhenti (drop anchor) di perairan Pulau Sebarok, Singapura pada pukul 09.00. Setelah sekitar setengah jam drop anchor, kapal melanjutkan perjalanan.

“Sejauh ini, kami belum mendapatkan informasi mengenai penyebab kenapa kapal Hai Soon 12 berhent. Karena posisinya di perairan Singapura, maka pelayaran sepenuhnya dimonitor dan dikendalikan oleh pihak Singapura,” jelasnya.

Kapal Hai Soon 12 ternyata tidak berlayar ke arah barat sesuai tujuan ke India. Bambang Purwanto menjelaslan kapal malah melakukan cross traffic di selatan Pulau Sebarok dan berlayar menuju timur atau Laut China Selatan.

Pada pukul 14.49 WIB, instrumen Automatic Information System (AIS) kapal Hai Soon 12 dimatikan namun masih dapat terpantau oleh radar. Selanjutnya radar dimatikan sampai menghilang 01-32.522 N/104-37.410 E.

DIDUGA DIBAJAK
Kapal tanker MT Hai Soon 12 diduga dibajak di sekitar Selat Singapura. Demikian informasi yang didapat BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans, Minggu (8/5/2016).

Informasi tersebut dikembangkan BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans dengan mengeksplorasi data di marinetraffic.com dan vesselfinder.com.

Data dari kedua situs tersebut memperlihatkan kapal berbendera Republik Kiribati (negara di satu pulau di Samudera Pasifik) dan dimiliki Hai Soon Shipmanagement, Singapura, tersebut berangkat dari Pelabuhan Singapura pada Jumat (6-5/2016). Namun pada Minggu (8/5/2016), posisi kapal masih di sekitar Selat Singapura.

Kapal buatan tahun 1993 dengan bobot 3.243 GT dan DW 5423 tersebut diketahui pada posisi terakhir dengan kecepatan 10,9 knot. Dengan kecepatan tersebut, dalam waktu dua hari, semestinya kapal sudah tidak lagi berada di posisi Selat Singapura.

Posisi terakhir itu memunculkan spekulasi kapal dibajak. (awe).