Angkasa Pura 2

PPNS Ditjen Hubla Wilayah Timur Akan Dilatih Keahlian Menyidik

DermagaJumat, 13 Mei 2016
Karolus_G_Sengadji

JAKARTA (beritatrans.com) – Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (Dit. KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan wilayah kerja Indonesia bagian Timur akan diberi pelatihan peningkatan keahlian penyidikan di Papua.

“Pelatihan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia PPNS Perhubungan Laut dalam melakukan penyidikan dugaan pelanggaran-pelanggaran hukum maritim,” kata Direktur KPLP Ditjen Hubla Capt. Karolus G. Sengadji kepada beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Berita Trans usai menutup pelatihan Boarding Officer di Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (13/5/2016).

Capt. Karolus mengatakan, pelatihan PPNS ini untuk mendukung upaya penegakan hukum di laut yang dilakukan oleh para petugas kapal-kapal patroli Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) di lapangan.

“Kapal-kapal patroli PLP yang bertugas menegakan hukum di lautan dengan operasi-operasi pengawasan pengamanan maritimnya. Sedangkan PPNS yang melakukan proses penyidikan agar pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh para oknum di lapangan dapat di bawa ke pengadilan dan ganjar dengan hukuman yang setimpal,” kata Capt. Karolus.

Menurutnya, upaya penegakan hukum di laut akan percuma bila tidak didukung oleh SDM penyidik yang mumpuni dan berkualitas bagus. Sedangkan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Plt. Dirjen Perhubungan Laut DR. Umar Aris, SH, MM, MH, telah berulang kali menegaskan bahwa hukum maritim harus ditegakkan dan para pelanggarnya dihukuman berat sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga memiliki efek jera.

“Nah agar jaksa dan hakim memberikan hukuman berat, sangat tergantung dari hasil penyidikan. Di sinilah pentingnya keahlian para PPNS Perhubungan Laut memeiliki keahlian penyidikan yang mumpuni,” katanya.

Menurutnya, pelatihan PPNS wilayah Timur ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya. Pelatihan pertama dan kedua telah di laksanakan masing-masing di Pontianak (Kalimantan Barat) dan Aceh. Sedangkan pelatihan keempat dan kelima masing-masing akan dilaksanakan di NTT dan Ambon. (aliy)