Angkasa Pura 2

Bay: Upah TKBM Di NPCT.1 Harus Melalui Kesepakatan Antara Koperasi Dan Pengelola Terminal

DermagaSabtu, 14 Mei 2016
20160501_100308-1-2

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) boleh saja mengajukan upah borongan dalam melayani bongkar muat petikemas di Pelabuhan Kalibaru (New Port Container Terminal .1 – NPCT.1).

“Yang penting baik sistem mau pun besaran upah ditentukan melalui kesepakatan antara Koperasi TKBM dan pengelola NPCT.1,” kata Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok, Bay M Hasani, Jumat ( 13/5/2016). NPCT.1 disebut sebut mulai operasi 27 Juli 2016.

Sebelumnya General Manajer (GM) Koperasi TKBM Sutejo mengatakan Koperasi sudah siapkan 36 orang atau tiga regu buruh bongkar muat kontainer untuk melayani Terminal Petikemas NPCT.1 dengan upah borongan Rp 28.500/ boks kontainer ukuran 20 kaki mau pun 40 kaki.

Sutejo menampik kalau disebut penawaran upah di NPCT.1 mahal. Dia mengatakan upah bongkar muat petikemas di Pelabuhan Sunda Kelapa saja Rp 125.000/boks.

Namun, Bay mengatakan upah bongkar muat di terminal petikemas seperti JICT, Koja dan NPCT.1 tidak bisa dibandingkan dengan upah bongkar muat petikemas di terminal konvensional seperti Pelabuhan Sunda Kelapa.

Soalnya beban kerja buruh di konvensional jauh lebih berat karena operator crane dan asisten operator semua dikerjakan oleh TKBM.

Sedangkan di terminal petikemas beban kerja buruh tidak berat hanya membuka sepatu (lock) petikemas. “Kalau mau membandingkan upah bongkar muat petikemas harus apple to apple. Artinya pembandingnya juga upah di Terminal Petikemas ” ujar Bay.

Upah buruh di Terminal Petikemas JICT, Koja dan Graha Segara ditetapkan melalui upah kesepakatan sebesar Rp 166.000/TKBM/Shift. Sedang upah di Terminal konvensional dan Mustika Alam Lestari (MAL) Rp 164.000/TKBM/Shift.

Menurut Bay, pembangunan fisik dan peralatan bongkar muat petikemas di NPCT.1 sudah rampung. Yang masih dalam proses yaitu status kawasan pabean nya masih ditangani Bea dan Cukai dan sistem IT nya masih dibangun.” Mudah mudahan 27 Juli nanti semuanya sudah rampung,” ujarnya.
(wilam)