Angkasa Pura 2

Ir. Setiyo,MM: ATKP Surabaya Komitmen Penuhi Kebutuhan Teknisi Penerbangan Tanah Air

SDMSabtu, 14 Mei 2016
ATKP TPU-1

JAKARTA (BeritaTrans.com)- Direktur Akademik Teknik Dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya Ir. Setiyo, MM menjanjikan adanya peningkatan kualitas pendidikan di semua program studi (prodi) di kampus personel penerbangan di Kota Pahlawan itu. Selain profesional di bidangnya, perwira transportasi ATKP Surabaya dibekali dengan kemampuan Bahasa Inggris yang memadahi serta menguasai information technologi (IT) yang bagus yang dibutuhkan industri penerbangan nasional.

“Semua lulusan ATKP Surabaya sesuai standar AMTO 147, CASR 65, serta peningkatan kemampuan lulusan dalam Bahasa Inggris dengan nilai TOEIC minimal 550. Dengan begitum mereka sudah siap bekerja bahkan untuk bersaing di era pasar bebas ASEAN atau MEA,” kata Setiyo saat dikonfirmasi BeritaTrans.com di Jakarta, Sabtu (14/5/2016).

Menurutnya, target kami peningkatan kualiats SDM tentunya akan dilakukan sejak proses diklat saat taruna masih belajar di kampus. “Peningkatan kualitas SDM tersebut merupakan bentuk partisipasi ATKP Surabaya dalam mewujudkan agenda Road Map to Zero Accident di Dunia Transportasi Udara Nasional,” kilah Setiyo.

Seperti diketahui, teknisi dan tenaga ahli perawatan pesawat masih menjadi profesi langka di Indonesia dan menjadi isu utama industri perawatan pesawat terbang. Kondisi itu terjadi karena pesatnya perkembangan dunia penerbangan di Indonesia tidak diikuti dengan ketersediaan tenaga teknisi pesawat terbang yang mencukupi.

Sejauh ini, papar Setio, Kampus ATKP Surabaya sudah menjalin kerja sama di bidang pengembangan dan rekrutmen SDM dengan beberapa perusagaam MRO (maintenance, repair and overhoul). Mereka itu antara lain PT GFM Aero Asia, anak perusahaan PT Garuda Indonesia, Tbk dan PT Batam Aero Teknik, milik PT Lion Air Group.

“Keduanya merupakan dua maskapai besar di Indonesia yang mengoperasikan ratusan pesawat terbang berbagai jenis dan tipe. Dalam perjalananya, mereka tentu membutuhkan teknisi andal dan profesional untuk melakukan perawatan pesawat sesuai jadwal dan ketentuan yang diatur UU,” sebut Setiyo.

Menurut dia, minimnya SDM dan tenaga ahli berlisensi yang terampil dan berkualifikasi tinggi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi lembaga pendidikan penerbangan Indonesia. “ATKP Surabaya siap untuk mendidik dan meyiapkan personel penerbangan, termasuk para teknisi pesawat terbang yang terampil dan profesional sesuai kebutuhan dunia kerja tersebut,” papar Setiyo.

ATKP TPU-2

TPU Prodi Paling Favorit

Pada tahun ajaran 2016/2017, ATKP Surabaya akan menerima ratusan taruna baru, melalui seleksi penerimaan calon taruna (sipencatar) BPSDM Perhubungan. “Ada beberapa prodi yang dibuka dan siap menerima taruna baru. Tentunya hanyacalon taruna terbaik dan memenuhi syarat yang akan diterima,” tandas Setiyo.

Semua prodi di ATKP Surabaya, tambah dia, mempunyai prospek dan masa depan yang bagus. Prodi yang dibuka di ATKP Surabaya disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Tapi memang harus diakui, prodi paling favorit dan terbesar peminatnya adalah Teknik Pesawat Udara (TPU).

“Hapir semua lulusan TPU ATKP Surabaya habis terserap dunia kerja, termasuk GMF Aero Asia dan Batam Aero Teknik. Bahkan, taruna TPU sudah dipesan sejak mereka masih belajar di kampus. Begitu lulus, mereka akan langsung direkrut oleh perusahaan pemesannya,” tegas Setiyo.(helmi)

loading...