Angkasa Pura 2

Jalan Tol Trans Sumatera Lampung Sudah Digunakan Oleh warga

KoridorSabtu, 14 Mei 2016
Tol TransSumatera

LAMPUNG (BeritaTrans.com) – Para pengendara sepeda motor menggunakan Jalan Tol Trans Sumatera di Desa Sabahbalau, Lampung Selatan untuk berlalu lintas kendati jalan itu masih belum beroperasi karena masih berupa lapisan cor saja.

Seperti diketahui, Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140,41 kilometer dimulai dari Pelabuhan Bakauheni (Lampung Selatan) hingga Terbanggi Besar (Lampung Tengah).

Pembangunan jalan tol itu merupakan jaringan dari Jalan Trans Sumatera. Peletakan batu pertama pembangunan jalan tol ini dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 30 April 2015.

Di jalan tol Desa Sabahbalau, Jumat (13/5/2016), sejumlah pengendara sepeda motor hilir mudik melintasi jalan tol yang telah selesai dicor. Selain itu, kendaraan proyek dan kendaraan operasional juga nampak melintas di jalan yang masih dalam proses pembangunan itu.

Pengendara sepeda motor memilih melintasi jalan tol tersebut mengingat akses menuju Kota Bandarlampung, ibukota Provinsi Lampung dari beberapa desa di kawasan itu lebih dekat.

Selain itu, kondisi jalan tol yang bagus membuat mereka lebih nyaman untuk melintasi jalan bebas hambatan tersebut.

“Saya memilih melintasi jalan tol mengingat jalannnya bagus dan lebih dekat menuju pusat kota,” kata Sobri warga Penengahan, Lampung Selatan, seperti dikutip antaranews.com.

Ia mengatakan akses jalan tol itu dapat digunakan terutama untuk kendaraan roda dua, sedang mobil hanya kendaraan proyek yang dapat melintas.

Sementara, lanjutnya, tiga jalan layang di lokasi jalan tol saat ini dalam proses pengerjaan oleh pihak kontraktor.

“Kontraktor membolehkan pengguna sepeda motor melintasi jalan tol tersebut,” tambahnya.

Ia mengharapkan jalan tol ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, Lampung dapat selesai dikerjakan tepat waktu karena akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah sekitar.

Selain itu, arus transportasi di kawasan itu juga dipastikan lancar terutama angkutan hasil bumi, barang dan jasa karena kondisi infrastruktur jalan sekitar tol bagus.

Toyib warga Sabahbalau mengatakan pembangunan jalan tol di kawasan Desa Sabahbalau lebih memudahkan arus transportasi dari desa yang satu ke desa yang lainnya.

Selain itu, lanjutnya, kondisi infrastruktur jalan di desa menuju pusat kota juga kurang memadai sehingga warga memilih melintasi jalan tol.

Kepala Lapangan PT Waskita Karya Rochman menyatakan bahwa warga pengguna kendaraan terutama sepeda motor dapat melintasi jalan tol sehingga dapat memudahkan akses menuju berbagai tempat tujuan.

“Jalan tol yang telah dirigid dapat digunakan kendaraan roda dua,” katanya pula.

Terkait jalan tol itu digunakan pada arus mudik, Rocman mengaku pesimistis karena beberapa lahan hingga sekarang belum tuntas pembebasan lahannya.

“Jalur Desa Lematang menuju Jalan Ir Sutami sepanjang 2 kilometer hingga sekarang belum tuntas pembebasan lahannya, sementara bulan puasa tinggal beberapa minggu lagi,” katanya.

Menurutnya, jika pembebasan lahan tuntas pada Februari 2016, maka kontraktor akan memaksimalkan pengerjaan sehingga jalan tol ruas Kota Baru dan Jalan Ir Sutami sepanjang 10 km ada “gate to gate” atau pintu keluar-masuk tol yang akan digunakan pada arus mudik Lebaran mendatang.(dar/ant)

loading...