Angkasa Pura 2

Mantan Dirut Garuda Indonesia Robby Djohan Wafat

Kokpit SDMSabtu, 14 Mei 2016
Robby Djohan

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Mantan Direktur Utama PT. Garuda Indonesia Tbk dan juga Dirut pertama untuk PT. Bank Mandiri Tbk, Robby Djohan, meninggal dunia di Rumah Sakit Puri Cinere, pada Jumat (13/5/2016) petang karena sakit.

Bankir senior itu ditugaskan untuk menjadi Dirut Garuda Indonesia terutama untuk menyelamatkan kondisi keuangan BUMN penerbangan dalam kondisi sulit.Pendaatan Garuda Indonesia jauh menurun sementara, utang perusahaan justru terus meningkat.

Dengan tangan dingin Robby Djohan yang juga pemiik dan pendiri Bali International Flying Academy (BIFA) itu, perlahan kinerja keuangan maskapai Garuda Indonesia terus membaik.

Sampai kini, maskapai Garuda Indonesia mampu bertahan bahkan terus mengembangkan sayap bisnisnya kemana-mana. Prestasi BUMN penerbangan itu tak lepas dari sentuhan tangan dingin si bangkir senior Robby Djogan tersebut.

Selain menambahkan jumlah pesawat terbang yang merupakan alat produksi, kinerja keuangan Garuda Indonesia juga terus membaik bahkan mampu membayar cicilan utang serta membeli pesawat-pesawat baru untuk menggantikan armada di Garuda Indonesia.

Kerabat dekat Almarhum Robby, yang juga mantan Direktur Utama Garuda Indonesia , Emirsyah Satar, saat dihubungi, mengatakan Robby akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum, Jeruk Purut, Jakarta, Sabtu (14/5/2016).

Robby yang wafat pada usia 77 tahun dikenal sebagai eksekutif “bertangan dingin” yang berhasil membawa Garuda dari krisis finansial, dan memimpin Mandiri, yang merupakan bank hasil merger empat perbankan, pascakrisis ekonomi 1998.

“Pak Robby itu guru saya. The Great Man and The Great Leader. Dia sangat tegas dan mau ambil keputusan,” kata Emirsyah seperti dikutip antaranews.com

Saat ini, jenazah Robby disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Kompleks Executive Paradise, Jalan Pangeran Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan.(helmi/ant)