Angkasa Pura 2

KCIC dan CRIC Siapkan Alih Teknologi Kereta Cepat

EmplasemenSenin, 16 Mei 2016
images(52)


BEIJING (beritatrans.com) – Merealisasikan komitmen alih teknologi kereta cepat, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) bekerjasama dengan CHINA RAILWAY INTERNATIONAL Co Ltd (CRIC) mulai menyelenggarakan Pelatihan Teknologi Tahap Kedua bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang akan terlibat langsung dalam pembangunan dan pengelolaan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung.
 
Mengikutsertakan 18 orang Tim Teknis terdiri dari 11 orang dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, tiga orang dari PT KCIC dan empat orang dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), berlangsung dari 15 hingga 22 Mei 2016 di Beijing.

Menurut Direktur Utama PT KCIC, Hanggoro Budi Wiryawan, pelatihan SDM tahap kedua dari lingkungan terkait pengelolaan Kereta Cepat di Indonesia ini akan diwujudkan melalui serangkaian pelatihan teknis yang dilaksanakan secara bertahap.

“Agar SDM Indonesia menguasai pembangunan dan pengelolaan teknologi baru Kereta Cepat,” jelas Hanggoro dalam keterangan resmi yang diterima beritatrans.com, Senin malam (16/5/2016).

Komitmen alih teknologi tersebut, menurut Hanggoro, merupakan bagian penting dari kesepakatan yang tertuang dalam joint venture agreement antara konsorsium Indonesia dan Konsorsium China pada pembangunan Kereta Cepat.‎

“Materi yang diterima peserta pelatihan Kereta Cepat dari Indonesia tahap ini, meliputi sistem teknologi, persinyalan/sistem komunikasi, teknologi EMU (Electric Multiple Unit), teknologi terkait infrastruktur dan teknologi keselamatan (safety) Kereta Cepat,” tutur Hanggoro. ‎

Menurut Hanggoro, rangkaian pelatihan dalam rangka alih teknologi tersebut akan lebih masif dengan melakukan pengiriman personil dari Konsorsium Indonesia yang akan disekolahkan di China dan sekaligus melakukan kegiatan magang di CHINA RAILWAY INTERNATIONAL Co Ltd. 

“Tidak hanya itu, Konsorsium Indonesia dan Konsorsium China pun akan menyiapkan pelatihan di Indonesia bagi ribuan tenaga kerja lokal yang akan bersinggungan langsung dengan Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung. (omy)‎