Angkasa Pura 2

Kembangkan Pariwisata, Joglosemar Berpotensi Setelah Bali

Bandara DestinasiSelasa, 17 Mei 2016
images(37)


JAKARTA (beritatrans.com) – Jogya, Solo, dan Semarang (Joglosemar) dinilai memiliki potensi besar menarik wisatawan baik mancanegara maupun domestik, setelah Bali. Tak pelak, Kementerian Pariwisata pun terus berupaya mengembangkannya, salah satunya dengan menarik minat wisatawan asal Afrika Selatan.

‎Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika Kemenpar, Nia Niscaya mengemukakan, pihaknya mencari ‘cara’ agar wisatawan asal Afsel tidak hanya selalu ke Bali saja.

“Joglosemar juga termasuk daerah yang di-branding dalam pemasaran pariwisata internasional oleh Kemenpar,” jelas Nia di Jakarta, Selasa (17/5/2016).

‎Menurut Nia, ketiga daerah tersebut memiliki potensi di bidang budaya, belanja, dan kuliner, untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

”Semoga mereka juga membuat paketnya ke Solo setelah mengetahui Jogja dan Semarang. Karena, salah satu alasan turis mancanegara datang ke Indonesia adalah melihat wisata alam budaya dan karya manusia,” kata Nia.

Sesuai portofolio pasar pariwisata, sektor wisata alam menyumbang 35% dan buatan manusia lima persen.‎
Wisata budaya menyumbang pasar terbesar mencapai 60%. 

“Wisata budaya masih terbagi menjadi warisan budaya dan sejarah sebesar 20%, belanja dan kuliner 45%, serta wisata kota dan desa sebesar 35%. Berdasarkan data tersebut, Kota Jogja, Solo, dan Semarang, layak masuk daftar daerah yang di-branding dalam pemasaran pariwisata internasional,” imbuh Nia. 

Untuk branding pemasaran di mancanegara, ditambahkan Nia, Kota Jogja, Solo, maupun Semarang bisa mengusulkan pilihan tematik keunggulan daerahnya masing-masing. Seperti keris, batik, serta beragam kekayaan budaya maupun kulinernya. Khusus Kota Jogja ditarget 100 ribu wisman atau naik 11,11% karena tahun sebelumnya sebesar 90 ribu orang, sedangkan Solo ditarget mampu mendatangkan 30 ribu wisman atau naik 100 % dibanding tahun sebelumnya yang hanya 15 ribu orang.

”Bandara Adisucipto dan Ahmad Yani yang masuk great Yogyakarta memiliki kontribusi besar sebagai pintu masuk utama wisman. Bisa dikunjungi setelah dari Bali atau sesudah dari Semarang dan Jogja,” kata Nia. (omy)