Angkasa Pura 2

Indonesia Aktif Di Sidang IMO Maritime Safety Committee Di London

DermagaKamis, 19 Mei 2016
2016-05-19 21.48.47

LONDON (BeritaTrans.com) – Indonesia mengirimkan delegasi dalam sidang ke-96 International Maritime Organization (IMO) Maritime Safety Committee di Kantor Pusat IMO, London Inggris, 10-20 Mei 2016.

Demikian rilis dari Kasubag Hubungan Masyarakat Ditjen Hubla, Wisnu Wardana, kepada BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans, Kamis (19/5/2016) tengah malam.

Wisnu menyebutkan Maritime Safety Committee (MSC) merupakan badan teknis tertinggi IMO yang memiliki tugas yang paling luas di antara komite-komite lainnya, yakni yang terkait keselamatan pelayaran termasuk Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), konstruksi dan perlengkapan kapal, dan pengawakan dari sisi keselamatan.

Selain itu, peraturan pencegahan tubrukan kapal, penanganan barang berbahaya, prosedur dan persyaratan keselamatan maritim, informasi hidrografi, investigasi kecelakaan laut, salvage, pertolongan dan hal-hal lain yang langsung mempengaruhi keselamatan dan keamanan pelayaran.

Sidang MSC dibuka oleh Sekretaris Jenderal IMO, Kitac Lim, berasal dari Republic of Korea, dan dihadiri oleh para delegasi dari 171 negara anggota IMO termasuk Indonesia. Hadir juga dua negara anggota asosiasi, dua organisasi di bawah PBB, enam organisasi Inter-Governmental dan 33 organisasi Non-Pemerintah. Adapun Chairman Sidang IMO MSC kali ini adalah Mr. Brad Groves dari Australia.

2016-05-19 21.49.40

Pada kesempatan tersebut, delegasi Indonesia diketuai oleh Utusan Khusus untuk IMO Laksamana (Purn) DR. Marsetio, yang beranggotakan perwakilan dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kemenhub, Direktorat Penjagaan Laut dan Pantai Kemenhub, Bagian Hukum Kemenhub, Kementerian Luar Negeri, Atase Perhubungan RI di London, Kementerian Koordinator Bidang Maritim, PT. Biro Klasifikasi Indonesia dan perwakilan dari INSA (Indonesia National Shipowner’s Association).

Di sidang tersebut, delegasi Indonesia menyampaikan 3 kali intervensi pada sesi agenda item MSC 96/4 tentang Enchance Maritim Security, sesi Agenda Item MSC 96/6/1 tentang Pasenger Ship Safety dan agenda item MSC 96/7 tentang Pengangkutan Personel Industri (on Carriage of Industrial Personel)

Terkait dengan peranan Indonesia di IMO, Ketua Delegasi Indonesia, Laksamana Dr. Marsetio menyatakan pentingnya peran aktif Indonesia sebagai negara dengan luas laut terbesar di dunia di IMO untuk menunjukan bahwa Indonesia layak diperhitungan oleh dunia dengan berkontribusi di setiap perumusan kebijakan maupun aturan yang dikeluarkan oleh IMO. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Presiden RI, Joko Widodo yang memposisikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. 

“Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia mengingat Indonesia berada di daerah equator, antara dua benua Asia dan Australia, antara dua samudera Pasifik dan Hindia, serta negara-negara Asia Tenggara. Untuk dapat menjadi poros maritim dunia maka sistem pelabuhan di Indonesia harus dimodernisasi sesuai dengan standar internasional sehingga pelayanan dan akses di seluruh pelabuhan harus mengikuti prosedur internasional,” ungkap DR. Marsetio di sela-sela sidang.

Sedangkan Atase Perhubungan RI di London, Simson Sinaga menyatakan dunia maritim harus melihat sekarang Indonesia telah bergerak maju dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia dengan membangun sejumlah infrastrukur antarpulau.

Indonesia berkomitmen mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim dengan membangun tol laut, pelabuhan laut, logistik, dan industri perkapalan.

Sidang IMO MSC ke 96 di Kantor Pusat IMO, akan berakhir pada 20 Mei 2016 dan selanjutnya Indonesia akan kembali mengirimkan delegasinya pada sidang IMO Legal Committee pada tanggal 8-10 Juni 2016 di London, Inggris, yang secara khusus akan membahas submisi Indonesia terkait pengaturan untuk kewajiban dan kompensasi pencemaran laut lintas batas dari kegiatan eksplorasi dan ekploitasi lepas pantai (off shore). (awe).
 

 

loading...