Angkasa Pura 2

Transportasi Udara Naik 7,62%

Kemenhub: 17,995 Juta Orang Diproyeksikan Pulang Mudik Pada Lebaran 2016

libur-panjang-lalu-lintas-kawasan-bandara-soetta-macet-total-765x510

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sebanyak 17,99 juta orang diprediksikan akan melalukan perjalanan mudik pada masa Lebaran 2016 mendatang. Jumlah itu naik dibandingkan periode sama tahun 2015 sebanyak 17,40 juta orang.

Demikian disampaikan Kasubdit Angkutan Jalan dan Mutimoda, Ditjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Toto Wicaksana pada diskusi yang digelat Balitbang Perhubungan di Jakarta, Kamis (19/5/2016).

Dalam diskusi ini dihadiri seluruh pejabat Dinas Perhubungan yang akan dilalui arus mudik, mulai Sumatera Selatan, Jawa dan Bali. Hadir pula akademisi dari UI Ellen Tangkudung, Unika Soegijopranoto Semarang, Djoko Setijowarno, peneliti Instrans, MTI.

Termasuk AKBP Mansyur Kasubdit Identifikasi dan Rekayasa, Korlantas Polri yang menjadi penanggap pada acara diskusi tersebut.

Dari jumlah tersebut, lanjut Toto, jumlah pemudik akan dominan menggunakan tiga moda transportasi utama di Tanah Air, yaitu pesawat terbang, angkutan jalan dan kereta api (KA).

“Pengguna pesawat udara diproyeksikan paling besar yaitu 4,648 juta orang, angkutan jalan 4,57 juta orang dan kereta api sebanyak 4,113 juta orang,” sebut Toto.

“Sementara pengguna kapal laut hanya 910.191 orang, meski naik 2,99% dibandingkan sebelumnya,” kata Toto.

Prediksi Ditjen Perhubungan Darat, papar dia, arus mudik yang terbesar dari kawasan Jabodetabek. Mereka kebanyakan pulang ke daerah Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Moda Udara Naik 7,62%

“Hampir semua moda transportasi mengalami kenaikan, kecuali transportasi jalan turun 2,7%. Sedang kenaikan tertinggi akan terjadi pada moda udara naik 7,62%, moda KA naik 4,63%, moda penyeberangan naik 3,54%, dan moda laut naik 2,99%,” tukas Toto.

Sementara, menurut Toto, pengguna kendaraan pribadi diproyeksikan mencapai 2,466 juta unit kendaraan. Atau naik 1,04%. Sedang pengguna sepeda motor mencapai 3,814 juta unit kendaraan.

“Memang arus mudik dan volume kendaraan di jalan akan mengalami kenaikan. Tapi dengan antisipasi optimal, penyelenggaraan angkutan Lebaran 2016 diharapkan bisa lebih baik lagi,” tegas Toto.(helmi)

loading...