Angkasa Pura 2

Pakar: Pemda Harus Kreatif Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2016

KoridorKamis, 19 Mei 2016
IMG_20160519_094638_edit

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pakar transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, masalah angkutan mudik Lebaran 2016 masih tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Yang perlu dilakukan ke depan, bagaimana mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan.

“Sepeda motor masih akan banyak. Mobil pribadi juga tinggi, sehingga kemacetan khususnya dilintas Jawa masih akan terjadi. Peran Pemerintah baik di pusat atau daerah harus optimal,” kata Djoko menjawab BeritaTrans.com disela-sela focus group discussion (FGD) Balitbanghub mengenai Rencana Operasi Angkutan Lebaran 2016 di Jakarta, Kamis (19/5/2016).

Menurut dia, pengawasan dan penegakan hukum di jalan harus optimal. “Volume kendaraan pasti naik dan kemacetan bisa terjadi dimana-mana, terutama di jaliur panturan dan jalur selatan Jawa,” jelas Djoko.

Selain itu, menurutnya, Pemda harus kreatif dan menyiapkan strategi penanganan angkutan Lebaran 2016 secara maksimal. Jangan sampai kemacetan panjang masih terus terjadi.

“Pemerintah Pusat yaitu Kementerian Perhubungan sudah maksimal. Tapi tak ada artinya jika angkutan lanjutan di daerah lemah atau bahkan tak ada,” kilah Djoko.

“Orang bisa pulang ke daerah naik kapal, pesawat atau kereta api (KA). Tapi jika sampai daerah tak ada angkutan lanjutan dan akhirnya naik angkutan “bodong/ plat hitam” maka sama saja mahal,” papar Djoko.

Jika terjadi kemacetan, terutama exit tol di Jawa Barat atau Jawa Tengah harus diantisipasi dengan baik. “Saat mudik Lebaran nanti arus kendaraan paling besar tujuan Jawa Tengah terutama dari Jakarta,” terang Djoko.

“Idealnya adalah flyover atau underpass disana di setiap exit tol di lintas Jawa. Tapi, faktanya masih banyak persimpangan sebidang sehingga rawan kemacetan dan harus diantisipasi sejak sekarang,” tegas Djoko.(helmi)

loading...