Angkasa Pura 2

Petugas Patroli KSOP Sunda Kelapa Hadang Tujuh Kapal Ojek Kelebihan Penumpang

DermagaKamis, 19 Mei 2016
IMG-20160518-WA040

JAKARTA (beritatrans.com) – Kapal-kapal ojek yang melayani Pelabuhan Kaliadem menuju pulau-pulau di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara banyak melanggar syarat kelaik-lautan kapal. Sehingga membahayakan aspek keselamatan, baik bagi penumpang maupun kapal itu sendiri.

Kondisi seperti ini diketahui oleh petugas patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sunda Kelapa ketika melakukan patroli rutin pada Sabtu (14/5/2016) lalu. Patroli tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KSOP Sunda Kelapa Letkol Marinir Benyamin Ginting.

“Dari hasil patroli rutin itu ditemukan sekitar tujuh kapal ojek yang melanggar keselamatan dan keamanan pelayaran,” kata Benyamin Ginting kepada beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Berita Trans di Jakarta, Kamis (19/5/2016).

Benyamin Ginting mengatakan, kapal-kapal ojek tersebut rata-rata mengangkut penumpang melebihi kapasitas angkut kapal dan tidak sesuai manifest. Bahkan tidak sedikit penumpang yang berdiri dan duduk di sisi-sisi luar kapal.

“Cara mengangkut seperti itu kan sangat membahayakan keselamatan penumpang dan kapal,” katanya.

Makanya para petugas patroli KSOP Sunda Kelapa langsung bersikap tegas dengan langsung menghadang perjalanan tujuh kapal yang yang jelas-jelas melakukan pelanggaran tersebut. Ketujuh kapal itu diperintahkan untuk mengurangi penumpangnya agar sesuai dengan kapasitas dan manifest.

Menurut Benyamin Ginting, sikap tegas para petugas patroli KSOP Sunda Kelapa tersebut sesuai dengan instruksi Menteri Perhubungan Ignasius Jonan agar tidak mentolelir segala bentuk pelanggaran aspek keselamatan pelayaran.

“Keselamatan pelayaran harga mati. Tidak bisa ditawar-tawar,” tegasnya.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli (KBPP) KSOP Sunda Kelapa Anis Faridi menambahkan, ketujuh kapal ojek itu diperintahkan kembali ke Pelabuhan Kaliadem.

“Mereka harus mengurangi penumpangnya terlebih dahulu bila ingin meneruskan perjalanannya,” kata Anis.

Adapun ketujuh kapal yang kedapatan melanggar persyaratan keselamatan kapal adalah KM Batavia, KM Khayatullah I, KM Miles, KM Raksasa, KM Zahro, KM Garuda, dan KM Antareja.

“Untuk pelanggaran kali ini, para petugas patroli kami melakukan cara persuasif terlebih dahulu dengan membuat pernyataan tidak akan mengulangi pelanggaran keselamatan pelayaran kembali. Bila mereka tetap membandel, kami akan berikan sanksi tegas sesuai peraturan perundangan yang berlaku,” katanya. (aliy)

loading...