Angkasa Pura 2

Dermaga Kapal Di Tengah Kota Jakarta Dibiarkan Terlantar

DermagaJumat, 20 Mei 2016
Foto: kompas.com

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kondisi dermaga di Waterway Dukuh Atas, yang pernah digunakan sebagai halte dan dermaga untuk moda transportasi air lintas Halimun-Karet sepanjang 1,7 kilometer pada era Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, kini tak terawat. Kondisinya dapat dikatakan memprihatinkan.

Besi penyangga tangga dermaga di tengah Kota Jakarta itu sudah berkarat. Yang tersisa dari tangga itu hanya kerangka besi tanpa alas. Halte pun tampak ringkih dan reyot. Tak hanya itu, keramik di halte juga terlihat rusak dan copot.

Di sekitar dermaga dan atapnya tampak sampah berserakan. Meski begitu, plang berlatar hijau bertulisan “Dukuh Atas” masih terpasang di halte tersebut. Di sebelah dermaga terdapat sebuah bangunan. Bangunan itu sedianya merupakan loket pembelian tiket, namun belum sempat digunakan.

Kini bangunan itu digunakan pedagang untuk berjualan.

“Ini tempat loket, belum pernah dipakai. Saya izin dulu sebelum pakai. Katanya pakai aja daripada gak dirawat,” ujar Yusuf, pedagang yang menggunakan bangunan tersebut kepada Kompas.com, Kamis (19/5/2016).

Menurut Yusuf, dulu tidak ada dinding pembatas antara halte dan tempat pembelian tiket tersebut. Dinding itu baru dibangun saat tanggul di Latuharhary jebol.

“Dulu enggak ada. Pas zaman Jokowi dibangun, pas Latuharhary jebol,” kata Yusuf.

Berbeda dengan halte, kondisi bangunan untuk loket tersebut lebih baik. Hanya kaca dan pintu bangunan yang sudah tidak ada dan dinding bercat putih yang mulai kotor. Setiap hari, Yusuf membersihkan bangunan itu dan merawatnya.