Angkasa Pura 2

Ditjen Hubla Siap Lakukan Uji Petik Kapal Laut Jelang Angkutan Lebaran

Dermaga SDMJumat, 20 Mei 2016
Adolf dan hadi - Copy

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ditjen Perhubunga Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan akan melakukan uji petik pada kapal-kapal dan pelabuhan yang akan digunaka untuk melayani arus mudik Lebaran 2016. Kebijakan itu dilakukan untuk memastikan semua pelayanan memenuhi aspek keselamatan dan keamanan pelayaran.

“Ada 52 pelabuhan yang akan dipantau di seluruh Indonesia. Sedang jumlah kapal yang akan disiapkan untuk melayani arus mudik mencapai 1.273 unit, termsuk 26 kapal PT Pelni dan 28 kapal ro-ro dari BUMN dan swasta,” kata Direktur Lalu Lintas Dan Angkutan Laut (Dirlala) Ditjen Perhubungan Laut Ir. Adolf R.Tambunan kepada pers di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, uji petik kapal-kapal yang digunakan untuk melayani angkutan umum sebenarnya terus dlakukan. Inspektor dari Direktorrat Perkapalan dan Kepalautan (Ditkappel) terus melakukan pemeriksaan, baik alat dan kelengkapan kapal. Selain itu juga memastikan kompetensi seluruh anak buah kapal (ABK) mulai perwira sampai ABK biasa tetap dalam kondisi prima.

“Namun begitu, menjelang masa angkutan mudik Lebaran 2016 nanti, uji petik kelaian kapal dan ABK-nya akan lebih diefektifkan lagi. Semua kapal dan ABK yang akan melayani angkutan arus mudik Lebaran harus dipastikan dalam kondisi prima,” papar Adolf saat dikonfirmasi BeritaTrans.com.

Arus mudik yang diproyeksikan menggunakan kapal laut masih tinggi. Jumlah awalnya diproyeksikan mencapai 1,6 juta orang. “Mereka itu antara lain para pekerja perkebunan kelapa sawit di daerah Kalimantan dan Sulawesi. Selain itu juga para tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Malaysia dan Singapura akan akan pulang merayakan Labaran bersama keluarganya,” papar Adolf.

“Para TKI asal Malaysia dan Singapura kebanyakan akan mudik melalui beberapa pelabuhan di Kepulauan Riau (Kepri) seperti Batam, Bintan, Kijang dan lainnya. Kepada mereka itu harus difasilitasi oleh Pemerintah atau Kementerian Perhubungan dengan kapal laut termasuk yan dioperasikan PT Pelni,” sebut Adolf.

Jadwal uji petik kapal laut

Ditkappel Turunkan Marine Inspector

Ditkappel Ditjen Perhubungan Laut, kilah Adolf Tambunan, sudah menyampaikan jadwal pelaksanaan uji petik kapal dan pelabuhan yang akan digunakan untuk angkutan Lebaran mendatang. Mereka siap diturunkan untuk mempersiapkan layanan arus mudik Lebaran 2016 mendatang.

Para marine inspector Ditkappel, menurut Adolf akan mulai bekerja efektif memeriksa kelaikan kapal mulai awal Ramadhan 1437 H mendatang. Jadi, saat hari H angkutan Lebaran dimulai untuk moda angkutan laut, yaitu H-15 Lebaran semua sudah siap.

“Yang pasti, sebelum kapal dioperasikan untuk mengangkut pemudik dari berbagai pelabuhan di Indonesia akan diperiksa dan dipastikan memenuhi aspek laik lautnya. Jika tidak, maka kapal akan di-grounded sampai kapal diperbaiki dan dalam kondisi prima,” terang Adolf.

Jadwal uji petik dimulai tanggal 18 Juni 2016, dari Pelabuhan Merak Baten. Rentang waktu uji petik akan dilakukan selama satu bulan lamanya, yaitu sampai 16 Juli 2016 di Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat.

Uji petik akan terus dilanjutkan dengan menurunkan tim marine inspector ke berbagai pelabuhan di Indonesia. Jika ada temuan dan terbukti alat-alat keselamatan kapal tidak memenuhi syarat akan langsung diminta untuk memperbaiki dan melengkapinya.

“Jadi, uji petik terhadap kapal-kapal yang akan digunakan untuk melayani arus mudik dimulai menjelang arus mudik sampai arus balik Lebaran yang akan datang. Sedang pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran moda angkutan laut sampai H+15 Lebaran mendatang,” tegas Adolf Tambunan.(helmi)

loading...