Angkasa Pura 2

KSOP Sunda Kelapa Akan Gelar Rapat Koordinasi untuk Benahi Kapal Ojek

DermagaJumat, 20 Mei 2016
IMG-20160518-WA040

JAKARTA (beritatrans.com) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sunda Kelapa berencana menggelar rapat koordinasi dengan para pemangku kebijakan terkait pembenahan kapal-kapal ojek. Pasalnya kapal-kapal yang beroperasi ke dan dari Kepulauan Seribun Jakarta Utara itu banyak yang melanggar aturan keselamatan pelayaran.

“Langkah awal kami akan mengadakan rapat dengan Dishub DKI Jakarta dan para pemilik kapal ojek,” kata Kepala KSOP Kelas III Sunda Kelapa Letkol Benyamin Ginting kepad beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Berita Trans di Jakarta, Jumat (20/5/2016).

JAKARTA (beritatrans.com) – Kapal patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sunda Kelapa telah sering menemukan kapal-kapal ojek yang memuat penumpang melebihi kapasitasnya dan tidak sesuai dengan manifest. Kondisi ini terjadi akibat kurang kontrol dan koordinasi seluruh petugas di pelabuhan asal.

“Selain itu akibat tidak ada kejelasan siapa penanggung jawab dan pemegang otoritas terhadap jumpah penumpang yang harus dimuat oleh setiap kapal ojek,” kata Kepala KSOP Kelas III Sunda Kelapa Letkol Marinir Benyamin Ginting kepada beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Berita Trans di Jakarta, Kamis (19/5/2016).

Benyamin Ginting mengatakan, dalam rapat koordinasi itu pihaknya akan membahas dan mengevaluasi kapal per kapal, sehingga ditemukan pokok akar permasalahan yang mereka hadapi dan selalu melakukan pelanggaran aspek keselamatan kapal.

KSOP Sunda Kelapa akan memberikan petunjuk dan bimbingan teknis agar kapal-kapal tersebut bisa menyelesaikan persoalannya, baik terkait soal administrasi maupun operasi di lapangan,

Sehingga para pemilik kapal mendapat informasi yang jelas dan pasti terkait langkah-langkah apa yang harus mereka lakukan untuk menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi.

“Saya juga sudah perintahkan kepada Kepala Seksi Hukum dan Sertifikasi Kapal untuk memberikan perhatian khusus pada permasalahan kapal ojek ini,” katanya. (aliy)