Angkasa Pura 2

Bay: Pengurus Koperasi TKBM Priok Jangan Seperti Juragan

DermagaSabtu, 21 Mei 2016
20160501_100308-1-2-2-1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok, Bay M Hasani minta agar Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) berbenah diri sesuai dengan perannya sebagai pengerah buruh bongkar muat.

“Pengurus koperasi jangan hanya duduk di belakang meja seperti juragan sambil menghitung uang “HIK” (dana anvragh TKBM). Pengurus koperasi harus mampu mengatur, mengawasi dan mengendalikan anggotanya (mandor dan buruh ) di lapangan,” ujar Bay kepada .BeritaTrans.com dan tabloid mingguan Berita Trans, kemarin.

Bay mengatakan dampak dari lemahnya peran koperasi dalam mengendalikan anggotanya sangat tidak menguntungkan baik bagi koperasi mau pun anggotanya (TKBM).

Bay tidak menyangkal sejumlah Perusahaan Bongkar Muat (PBM) di Terminal Konvensional berani melanggar upah kesepakatan antara lain karena mandor di lapangan lebih ‘patuh’ pada PBM ketimbang perintah koperasi.

“Temuan petugas OP di lapangan”, kata Bay, ada sejumlah pekerja yang sedang melakukan bongkar.muat namanya tidak ada dalam Surat Perintah Kerja (SPK) yang dikeluarkan Koperasi TKBM.

Setelah diusut pekerja tersebut ternyata bukan pemegang KTA (Kartu Tanda Anggota) TKBM mau pun buruh dispensasi yang sudah terdaftar. ”

Kok bisa nama pekerja dalam SPK beda dengan pekerja sebenarnya di lapangan . Apa hanya akibat dari kelalaian petugas koperasi saja atau ada motivasi lain, ujar Bay.

“Pertanyaan lainnya Kalau terjadi kecelakaan kerja siapa yang bertanggungjawab terhadap buruh yang namanya tak ada dalam SPK ,” tegasnya.

Karena itu sekarang OP minta tembusan SPK yang dikeluarkan Koperasi TKBM untuk pengawasan agar pekerja yang melakukan bongkar.muat memang namanya tercantum dalam SPK. supaya dapat .dipertanggungjawabkan, katanya.

“Saya sudah ingatkan General Manajer (GM) Koperasi TKBM Sutejo agar melakukan pengawasan terhadap para mandor di lapangan. Kalau dalam waktu 6 bulan tidak dijalankan saya minta GM nya diganti saja,” kata Bay.

Bay mengatakan kalau pengurus koperasi memang tidak mau berbenah diri bisa saja dilakukan Munaslub asal pelaksanaannya sesuai dengan aturan main. (wilam