Angkasa Pura 2

Djoko: Masih Ada Waktu, Jangan Hilangkan Mudik Gratis Dengan Kapal Laut

Dermaga KoridorMinggu, 22 Mei 2016
Mudik Gratis Sepeda Motor - kapal Laut

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Masih ada waktu bagi Pemerintah untuk mempersiapkan mudik gratis dengan kapal laut. Mudik dengan kapal laut jauh lebih nyaman dan tingkat keselamatan tinggi dibandingkan naik sepeda motor dari Jakarta ke Jawa Tengah atau Jawa Timur. Keselamatan transportasi harus ditingkatkan, dan volume penggunaan sepeda motor untuk perjalanan mudik bisa ditekan dengan menyediakan mudik gratis dengan kapal laut.

“Jangan dihilangkan (mudik gratis dengan kapal laut). Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat perintahkan Kemenkeu keluarkan anggaran itu mudik gratis dengan kapal laut dibandingkan harus mengratiskan tol untuk pengguna mobil pribadi,” kata Kepala Lab. Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Minggu (22/5/2016).

Setidaknya untuk perjalanan jarak jauh, menurut Djoko, penggunaan kapal laut dapat memangkas waktu perjalanan di jalan raya. Volume kendaraan di jalan raya berkurang, kemacetan berkurang dan resiko terjadinya kecelakaan yang menelan korban jiwa juga turun.

“Dengan berkuranya volume kendaraan di jalan raya, maka waktu tempat bisa berkurang. Perjalanan mudik tidak harus 10 jam, tapi bisa ditempuh maksimal 3-4 jam meski harus mudik ke Jateng atau Jatim,” kilah djoko.

Anjuran mudik tak pakai motor

Kebijakan mengadakan mudik gratis dengan kapal laut, menurut Djoko, juga membantu Kepolisian untuk tidak banyak mengawasi perjalanan mudik motor di jalan raya. “Memang jika dihitung keseluruhan, mudik gratis sepeda motor hanya mampu angkut kurang dari 1% dari total pemudik,” terang Djoko.

Namun begitu, tambah dia, mengendalikan pemudik sepeda motor dapat dilakukan sedini mungkin. “Keselamatan bertransportasi menjadi hal utama yang wajib diperhatikan bagi semua pemudik,” tandas Djoko

Selanjutnua, ketertiban berlalu lintas juga sangat diharapkan dalam berperjalanan. Tertib berlalu lintas supaya tidak terjadi kecelakaan. “Selanjtunya, setor muka ke keluarga di kampung halaman jangan setor nyawa di jalanan. Tragis, dan harus dihindarkan,” tegas Djoko.(helmi)

loading...