Angkasa Pura 2

Djoko: Mudik Pakai Sepeda Motor Tak Bisa Dilarang, Tapi Harus Diatur

KoridorMinggu, 22 Mei 2016
Anjuran mudik tak pakai motor

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemudik dengan sepeda motor tidak mungkin dilarang pada masa Lebaran tahun 2016 mendatang. Namun faktor keselamatan harus tetap yang nomor satu.

“Oleh karenanya, Pemerintah harus mengatur dan mengendalikan dengan tegas,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang, Djoko Setijowarno kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Minggu (22/5/2016).

Menurutnya, faktor keselamatan tidak boleh ditawar. Untuk pemudah yang membawa anak-anak seharusnya ikut program mudik gratis.

Peran Polri, lanjut dia, akan sangat menentukan dalam pengendalian pemudik dengan sepeda motor.

“Jika ada pelanggaran hukum, maka Polri bisa langsung menghentikan atau melarang mereka, sampai benar-benar memenuhi sayarat,” papar Djoko.

Menurutnya, mengangkut barang dengan menggunakan sepeda motor harus perhatikan faktor keselamatan.

“Maksimal dua orang penumpang setiap sepeda motor. Anak-anak seharusnya dilarang dibawa mudik dengan sepeda motor,” terang Djoko.

Mulai sakarang Kepolisian, papar dia, dapat melakukan pelarangan tersebut, sehingga pemudik yang akan membawa anak-anak naik sepeda motor.

“Kepada mereka dapat dialihkan, dengan memberikan pilihan ke moda transportasi yang lain. Supaya para orang tua mau mendahulukan keselamatan anak-anak ketika mudik ke kampung halaman,” tandas Djoko.

Pasal 10 PP No.74/2014 tentang Angkutan Jalan, menyatakan persyaratan teknis untuk sepeda motor meliputi (a) muatan memiliki lebar tidak melebihi stang kemudi,

Pada butir selanjutnya disebutkan, (b) tinggi muatan tidak melebihi 900 mm dari atas tempat duduk pengemudi, dan (c) barang muatan ditempatkan di belakang pengemudi.

“Pemerintah sudah siapkan mudik gratis motor lewat truk, KA dan kapal laut. Cuma untuk tahun ini lewat kapal laut ditiadakan. Yan pasti, mudik gratis lewat moda KA ditingkatkan tiga kaki lipat, kisaran 15 ribu,” tegas Djoko.(helmi)

loading...