Angkasa Pura 2

Syahbandar Tanjung Priok: Kapal Kandas Dapat Berisiko Penahanan Sertifikat Nakhoda

DermagaMinggu, 22 Mei 2016
IMG-20160522-WA0016

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok menggelar rapat koordinasi pencegahan dan penanganan kapal kandas.

Koordinasi itu dinilai amat penting, Syahbandar Capt. Sahattua P Simatupang mengemukakan untuk mendapatkan solusi efektif dan efisien untuk mencegah kasus kapal kandas terulang.

“Dari beberapa kejadian kapal kandas, ada dugaan sementara karena kapal tidak laut dan ABK tak cukup kompeten dalam bekerja,” ungkap mantan Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut tersebut.

Dalam konteks Pelabuhan Tanjung Priok, dia mengemukakan seluruh pelayanan kenavigasian sudah diberikan, termasuk penyediaan alur dan Vessel Traffic Service (VTS).

“Kalau ada kapal kandas di perairan Tanjung Priok, maka dapat dipertanyakan kepatuhan nakhoda terhadap aspek keselamatan pelayaran,” tuturnya, Minggu (22/5/2016).

IMG-20160522-WA0014

Karenanya, dia mengemukakan selain pengawasan lebih ditingkatkan oleh marine inspector, juga akan digelar
pemeriksaan ulang kelaiklautan Kapal dan penilaian kompetensi ulang nakhoda serta perwira deck menggunakan simulator DPKP.

“Kami juga akan memeriksa manajemen keselamatan ISM Code Perusahaan. Orientasinya adalah mendapatkan jaminan kompetensi nakhoda dan perwira deck serta kelaiklautan kapal,” tegasnya.

IMG-20160522-WA0017

Terhadap kejadian kandas, Sahattua menegaskan maka selain aspek pembinaan, maka perkaranya dapat dilanjutkan ke prises hukum yakni diadili di Mahkamah Pelayaran. Penyidikannya tentu oleh PPNS dengan melibatkan marine inspector.

“Bila Mahkamah Pelayaran menyatakan penyebabnya adalah kapal tidak laik laut, maka sertifikasi kapal dapat dicabut sementara. Sedangkan kalau nakhoda yang bersalah maka sertifikatnya jugabdapat dicabut untuk sementara,” tegas mantan Atase Perhubungan RI di London tersebut. (aliy).