Angkasa Pura 2

5 Kapal Dilarang Beroperasi Di Pelabuhan Sorong, Buruh Meradang

DermagaSelasa, 24 Mei 2016
2-pelabuhan

SORONG (BeritaTrans.com) – Tidak beroperasinya lima kapal penumpang di Pelabuhan Rakyat, Kota Sorong, Papua Barat membuat buruh angkut untuk bongkar muat mengamuk.

Tidak bersandarnya lima kapal itu membuat ratusan penumpang terlantar dan harga komoditas penting untuk kebutuhan pokok langsung melonjak tajam.

Tak ayal para buruh itu berdemo meminta penjelasan pada Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat. Diketahui kapal tersebut sudah tidak beroperasi sejak Selasa (17/5) lalu.

Selama tidak beroperasi itu, banyak penumpang yang terlantar di pelabuhan. Sejumlah barang untuk kebutuhan pokok pun menumpuk, karena tidak bisa dikirim ke daerah tujuan.

Salah seorang buruh yang enggan disebutkan namanya menuturkan, dengan tidak beroperasinya kapal penumpang sangat mengganggu penghasilan para buruh.

oleh karena itu dia meminta agar kapal segera beroperasi sehingga para buruh dapat bekerja dan penumpang juga terlayani.

Kepala KSOP Sorong Amirudin menyebutkan, tidak diizinkannya beroperasi 5 kapal karena tidak memiliki sejumlah dokumen yang disyaratkan dalam pengangkutan kapal penumpang maupun barang.

“Sudah disampaikan sejak 4 bulan yang lalu, namun yang datang hanya perwakilan pemilik. Sementara dalam beroperasinya kapal penumpang dan barang harus dilengkapi beberapa hal demi keamanan, kenyamanan penumpang,” terang Kepala KSOP Sorong yang dilansir Radar Sorong (Jawa Pos Group), Senin (23/5).

Amirudin menjelaskan, untuk perjalanan kapal yang menempuh waktu 2-3 jam dan ada yang sampai 12 jam, sejumlah persyaratan dokumen untuk layak beroperasi harus dipenuhi.

“Pemilik kapal harus menghargai rakyat, menghargai pembeli tiket sehingga mendapatkan pelayanan dengan baik,” tuturnya. (jpnn).

loading...