Angkasa Pura 2

Capt. Faisal Saransi, MT: Taruna BP2IP Sorong Kolaborasikan Marching Band Dan Tari Perang Papua

Destinasi SDMMinggu, 29 Mei 2016
Kolaborasi tari perang

SORONG (BeritaTrans.com) – Kampus Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Sorong , Papua Barat, selain mendidik taruna menjadi pelaut andal, juga tetap menjaga dan mengembangan kearifan lokal, terutama pengembangan seni budaya lokal Papua. Sekolah pelaut yang baru meluluskan perwira pelayaran muda gelombang ketiga itu, sudah mempunyai marching band Canderawasih Gema Bahari. Di sisi lain ada pula Klub Tari Perang Papua.

Para taruna BP2IP Sorong itu mampu tampil apik dan diklobarorasikan antara marching band yang modern dengan “Tari Perang” khas Papua. Mereka ikut latihan dan kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) dan baru berlatih efektif tiga pekan menjelang tampil pada wisuda perwira, Jumat (27/5/2016) kemarin.

“Marching Band Cenderawasih Gema Bahari tampil dengan atraksi menarik di depan Kepala BPSDM Perhubungan dan tamu undangan serta keluarga wisudawan gelombang ketiga di Kampus BP2IP Sorong di Tanjung Saoka,” kata Ketua Panita Wisuda Perwira BP2IP Sorong Capt. Faisal Saransi, MT menjawab BeritaTrans.com, di Sorong kemarin.

Marching band sorong

Sungguh satu kreasi langka, gabungan antara seni modern dan tarian tardisional Papua. Taruna BP2IP Sorong mampu memadukan antara kesenian modern marching band dengan Tari Perang “Antar Suku” yang merupakan kebiasaan buruk suku-suku di Papua zaman dahulu.

Tari Perang itu dimainkan para taruna muda yang gagah dan cekatan perkasa. Mereka tetap mengenakan atribut dan aksesoris khas Papua saat tampil taktis di depan tamu undangan dan pejabat teras Pemkot Sorong, Papua Barat.

Para personel marching band Cenderawasih Gema Bahari juga bertindak sebagai korp musik (korsik) pada upacara wisuda perwira pelayaran tahun 2016 itu. “Mereka mampu tampuil taktis dan bisa mengiringi jalannya upacara wisuda dengan baik dan menarik. Meski diakui, masih banyak hal yang harus dibenahi dalam marching band BP2IP Sorong ini,” jelas Capt. Faisal.

Kolaborasi Tari Perang2

Setelah marching band, tampil klub Tari BP2IP Sorong. Puluhan taruna melakukan tarian Perang, yang mensimulasikan peperangan antar suku di papua, khususnya suku di pegungan dengan suki di pantai. “Tapi, dalam penampilan mereka ini sepakat melakuan perdamamaian, dalam wadah NKRI. Mereka sepakat berdamai dan memegang teguh Merah Putih sebagai bentuk kesetiaan pada Indonesia dan komitmen menjaga keutuhan NKRI,” terang Capt. Faisal.

Yang tak kalah menariknya, pada acara wisuda perwira BP2IP Sorong itu juga ada penampilan beladiri Karate dan Senam Balok yang dimainkan taruna muda dan madya di Kampus Pelaut BP2IP Sorong.

“Dalam atraksi ini, mereka melakukan kolaborasi antara olah gerakl dan jurus Karate, serta Senam Balok. Gerakan yang patah-patah dan kuat dan dua olah senam itu menunjukkan kesiapsiagaan dan kesamaptaan para taruna pelaut BP2IP Sorong menghadapi bahaya dan tangan di laut saat berlayar nanti,” urai Capt. Faisal.

Kolaborasi Debuss

Ada pula atraksi lompat api. Para taruna dengan pakaian dinas lapangan (PDL) melakukan atraksi melompat dalam bundaran apa yang menyala didingin musik dan bunyi-bunyian kas Papua. Tapi mereka bisa melakukan semua itu dengan baik tanpa ada csedera apalagi celaka, karena semua dimainkan dengan taktis dan tentunya ketrampilan tinggi para taruna BP2IP Sorong.

Seperti diketahui, menurut Capt. Faisal untuk sukses menjadi perwira pelaut, harus menguasai ilmu dan ketrampilan teknis sebagai pelaut. Tapi, mereka harus memiliki fisik dan mental yang kuat. Tak takut menghadapi tantangan di laut, termasuk kemungkinan terburuk saat berhadapan dengan perompak ganas di tengah laut nanti.

Kolaborasi tari - balok

“Bekal non teknis itu tetap dibina dan diberikan kepada para taruna BP2IP Sorong, Dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti karate, klub tari Papau, band dan lainnya rutin dilakukan taruna setiap akhir pekan,” tegas Capt. Faisal.(helmi)

Kolaborasi Tari perangg

loading...