Angkasa Pura 2

Presiden Jokowi Sudah Tandatangani Perpres Pelabuhan Patimban

DermagaMonday, 30 May 2016

AMBON (beritatrans.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) terkait pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat sebagai pengganti Pelabuhan Cilamaya.

“Perpres Pelabuhan Patimban Nomor 57 Tahun 2016. Sudah ditandatangani oleh Bapak Presiden Jokowi pada 25 Mei 2016,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Ir. Antonius Tonny Budiono usai meresmikan 21 pelabuhan di Maluku dan Maluku Utara di Ambon, Senin (30/5/2016).

Tonny mengatakan, rencana pembangunan Pelabuhan Patimban dimulai kira-kira awal tahun 2017. Sehingga tahun 2019 bisa mulai pengoperasian tahap I dengan kapasitas awal sekitar 1,5 juta TEUs.

“Setelah jadi, kapasitas pelabuhan ini bisa menampung hingga 7,5 juta per tahun,” kata Tonny yang didampingi Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ir. Sugeng Wibowo dan Direktur Kenavigasian Ir. Bambang Wiyanto.

Juru Bicara Presiden Ari Dwipayana, dalam keterangan resminya, Jumat, (26/5/2016) menyampaikan bahwa Presiden Jokowi telah menyetujui rencana pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, sebagai pengganti proyek Cilamaya. Saat ini pihaknya sedang membahas rencana proyek tersebut dengan Jepang.

Pembahasan mengenai proyek ini dilakukan dalam pertemuan bilateral antara Jokowi dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Jumat (26/5/2016) lalu. Pertemuan berlangsung di sela pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-7 Outreach di Jepang.

“Presiden Jokowi telah menunjuk Menteri Perhubungan (Ignasius Jonan) sebagai focal point untuk menindaklanjuti kerjasama tersebut,” ujarnya.

Pembahasan ini terkait tawaran Jepang yang menyatakan siap memberi pinjaman dana untuk pembangunan Pelabuhan Patimban. Jepang menawarkan pinjaman ini dengan bunga murah, sebesar 0,01 persen. Adapun kebutuhan dana investasi untuk pembangunan pelabuhan ini mencapai Rp40 triliun.

Sebelumnya pada awal Mei, Jokowi menggelar rapat terbatas khusus untuk membahasa rencana pembangunan pelabuhan di pantai utara Jawa. Pelabuhan ini penting untuk mengatasi kepadatan pelabuhan-pelabuhan yang sudah ada seperti Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Emas (Semarang), dan Tanjung Perak (Surabaya). (aliy)