Angkasa Pura 2

BPS: Arus Angkutan Barang Dengan Kapal Laut Naik Sejalan Beroperasinya Tol Laut

Dermaga Ekonomi & BisnisRabu, 1 Juni 2016
Kapal Tol Laut

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Volume angkutan barang yang diangkut kapal laut di Indonesia terutama di rute-tute yang dilayani Tol Laut mulai meningkat. Jumlah barang dalam negeri yang diangkut dengan kapal laut periode April 2016 tercatat sebesar 20,8 juta atau naik 1,98 persen dibandingkan periode Maret 2016 sebear 20,44 juta ton.

“Sementara, total barang yang diangkut dengan kapal laut periode Januari-April 2016 tercatat sebesar 81,0 juta ton,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di Jakarta, Rabu (1/6/2016).

Jumlah tersebut juga naik dibandingkan periode sama Januari-April 2015 yang mencapai 72,483 juta ton. Arus pergerakan barang tersebut terus naik dibandingkan periode sebelumnya ini di tahun ini.

Kenaikan arus barang dalam negeri tersebut, menurut Suryamin merupakan indikasi perekonomian di daerah mulai bergerak naik. Ada pengiriman barang yang berkelanjutan dan makin besar. “Dengan begitu, distrisbusi barang dan jasa lancar dan harga bahan kebutuhan pokok di masyarakat pun bisa terkendali bahkan turun,” sebut orang nomor satu di BPS itu.

Data BPS, lanjut Suryamin, volume barang domestik paling tinggi dilayani di Pelabuhan Panjang, Lampung sebesar 1,005 juta ton. Sementara, volume barang di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara mencapai 933,8 ribu ton.

“Pelabuhan Balikpapan urutan berikutnya sebesar 471,8 ribu ton dan berikutnya Pelabuhan Tanjung Perak sebesar 460,7 ribu ton serta Pelabuhan Makassar Sulawesi Selatan sebesar 322,4 ribu ton,” papar Suryamin.

“Kalau lihat arus barang yang paling dominan ada di lima pelabuhan utama tersebut. Pelabuhan-pelabuhan itu adalah yang melayani rute trayek Tol Laut yang mulai luncurkan sejak awal tahun 2016 ini,” jelas Suryamin saat menjawab pertanyaan pers.

Kalau melihat trend yang ada, papar Suryamin, saya menduga peningkatan barus barang dalam negeri itu terkait dengan pelayanan kapal-kapal di trayek Tol Laut. “Sangat bagus itu, dengan distribusi barang dan jasa yang makin cepat dan tinggi, diharapkan bisa menekan biaya logistik nasional,” papar dia.

Ketimpangan harga barang dan jasa, termasuk harga-harga kebutuhan pokok yang terjadi selama ini, harap Suryamin, perlahan akan bisa diatasi dengan pengoperasian kapal-kapal di taryek Tol Laut tersebut.

“Dengan adanya kapal reguler yang melayani angkutan barang di dalam negeri, akan mendukung distribusi bahan kebutuhan pokok masyarakat. Biaya transportasi bisa ditekan dan akhirnya harga jual barang ke konsumen bisa lebih murah pula,” tandas Suryamin.(helmi)