Angkasa Pura 2

BPTJ Minta Terminal Terapkan Standar Pelayanan Minimum

KoridorKamis, 2 Juni 2016
Terminal Kampung Rambutan

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meminta agar terminal bus menerapkan standar pelayanan minimum (SPM) sesuai dengan PM 40 Tahun 2015.

“Semua terminal bus harus terapkan SPM, terutama saat ini menjelang masa angkutan mudik Lebaran 2016,” kata Ketua DR. Elly Adriani Sinaga, M.Sc, saat diskusi di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis, (2/6/2016).

Elly juga meminta agar konflik lalu lintas antara penumpang dan kendaraan umum di area terminal harus dihilangkan. Keselamatan harus diutamakan dan sirkulasi kendaraan dapat berjalan dengan baik.

“Terminal juga harus menyediakan ‘time table’ sebagai informasi kepada penumpang, termasuk penumpang difabel,” katanya.

Fasilitas lain yang harus ada di terminal bus adalah ketersediaan fasilitas bagi ibu menyusui, toilet yang bersih dan terang, ruang pemeriksaan kesehatan, konter tiket yang rapi dan bersih alias tidak kumuh, dan ruang istirahat bagi para sopir,

Fakta di lapangan saat ini belum ada tempat layak untuk istirahat pada sopir. Padahal berdasarkan ketentuannya, sopir harus beristirahat selama 4 jam setelah 8 jalan mengendarai mobil.

Elly berjanji pihaknya akan melakukan pengawasan agar pelayanan di terminal sesuai dengan SPM yang telah ditetapkan dalam PM 40 Tahun 2015.

Sedangkan terhadap kondisi kendaraannya atau Bus, Elly mewajibkan kelaikan dan kesiapan sarana lainnya sebelum diizinkan berangkat.

“Petugas cek masa uji berkalanya, apakah masih berlaku. Cek muatan orang, harus sesuai dengan kapasitas tempat duduk dan jangan berlebih,” katanya. (aliy)

loading...