Angkasa Pura 2

Dampak Penurunan Kecepatan Terhadap Kecelakaan

Rubrik Iskandar AbubakarSenin, 6 Juni 2016
IMG-20160606-WA0001

Hasil penting dalam pertemuan Global Road Safety Partnership di Beijing pada Minggu ketiga Mei ini mengenai Road Safety in Asia 2016 dengan tema Halving Roads Deaths and Injuries by 2020 adalah penurunan kecepatan. Kebijakan ini penting karena setiap penurunan kecepatan 1 km dapat menurunkan angka kecelakaan sampai dengan 3 persen.

Atas dasar ini penetapan batas kecepatan merupakan kunci utama dalam menurunkan angka kecelakaan. Penurunan batas kecepatan ini akan efektif kalau dilakukan penegakan hukum yang tegas.

Memang Menteri Perhubungan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan RI No. PM 111 Tahun 2015 Tetang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan sebagai langkah maju dalam meningkatkan keselamatan di jalan, namun masih memerlukan beberapa langkah untuk mengefektifkan implementasinya.

IMG-20160606-WA0000

Langkah penting yang masih harus dilakukan antara lain pertama dengan melengkapi seluruh jaringan jalan dengan rambu batas kecepatan, sebagaimana dilakukan di manca Negara, bahkan akan lebih baik kalau pada permukaan jalan dibuatkan marka batas kecepatan.

Langkah kedua yang sangat perlu adalah penegakan hukum terhadap pelanggar batas kecepatan. Untuk itu aparat penegak hukum harus dilengkapi dengan perangkat radar kecepatan, yang akan lebih baik kalau dilengkapi dengan kamera yang merekam kendaraan yang melanggar yang dilengkapi dengan informasi kecepatan yang dideteksi pada rekamannya.

Langkah ketiga yang tidak kalah penting adalah mekanisme pemberian sanksi kepada para pelanggar kecepatan. Sanksi harus cukup berat agar para pelanggar jera untuk mengulangi pelanggaran batas kecepatan tersebut.

Sebagai contoh di Negara bagian Victoria Australia, pada pelanggaran batas kecepatan sampai dengan 24 km/jam diatas batas kecepatan dikenakan denda uang dan angka pelanggaran (demerit point), pelanggagran diatas 25 km/jam dikenakan sanksi denda uang, angka pelanggaran dan pembekuan SIM antara 1 bulan sampai dengan 12 bulan (45 km/jam diatas batas kecepatan).

Memang masih banyak langkah yang harus dilakukan untuk mengendalikan batas kecepatan di Indonesia sebagaimana ditetapkan dalam peraturan Menteri Perhubungan No. PM 111 Tahun 2015. Kalau saja ini bisa terlaksana maka Pemerintah akan berhasil menurunkan angka kecelakaan secara signifikan.

*Iskandar Abubakar, Mantan Dirjen Perhubungan Darat, Ketua GRSP-Indonesia @iskandarabu