Angkasa Pura 2

Perdana Menteri Inggris Beli Mobil Bekas Seharga Rp29 Juta Untuk Istrinya, Kalau Pejabat Di Indonesia?

Figur OtomotifSenin, 6 Juni 2016
160523205403_david_cameron_640x360_pa_nocredit

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Untuk sebagian besar kalangan elit politik dan penyelenggara negara di Indonesia sudah mahfum bahwa memiliki dan menaiki mobil mewah adalah sebuah kebutuhan dalam usaha menaikkan atau mempertahankan prestise penampilan.

Tak peduli rakyat masih termat banyak yang susah untuk jangankan pendidkkan dan kesehatan, tetapi untuk makan sehari-hari saja harus sangat repot. Mobil mewah dan supermewah harus dibeli. Urusan duitnya dari mana, halal atau haram, menjadi nomor kesekian.

3481C40400000578-3603795-image-m-33_1463953908547

Berbeda betul dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Bukan bermaksud pencitraan bila dia membeli mobil bekas seharga 1.500 pounds (atau sekitar Rp29 juta) untuk istrinya.

Pemilik showroom Iain Harris, 44 tahun, menuturkan, awalnya dia pikir telepon dari tim keamanan PM yang mengatakan bahwa dia tertarik pada mobil itu adalah sebuah ‘tipuan.’

Cameron membayar 1.495 pounds (atau sekitar Rp29 juta) untuk membeli mobil Nissan jenis Micra di Minster Lovell, Oxfordshire, pada Jumat (20/5/2016).

Harris mengatakan dia pertama kali mendengar minat Cameron untuk membeli kendaraan berwarna biru itu saat mendapat telepon di kantornya di Pusat Mobil Bekas Witney, wilayah pemilihan sang perdana menteri.

“Saya pikir itu telepon dari salah satu teman yang akan menipu dan saya hanya duduk-duduk di sini tidak melakukan apapun selama setengah jam. Terutama saat dia bilang menginginkan Nissan Micra.”

Dia menjelaskan bahwa ketika dia mau bertemu perdana menteri, Cameron meminta petugas keamanan untuk berdiri di belakang mobil untuk memastikan lampu rem belakang berfungsi.

Harris mengatakan dia tak tahan untuk bercanda bahwa beruntung mobil itu tidak berwana merah – warna Partai Buruh.

“Untungnya, warna mobil tersebut tepat untuk dia,” katanya.

Harris menambahkan: “Itu agak surealis, tapi bagaimanapun juga dia hanya seorang pria biasa yang ingin membelikan mobil untuk istrinya. Kami mengobrol normal seperti yang lainnya, dalam kesepakatan jual beli dan cuma itu saja.” (Ani/sumber: bbc).