Angkasa Pura 2

Kepala BPTJ : Banyak PO Bus Siap ‎jadi Operator Transjabodetabek Ekspres

KoridorKamis, 9 Juni 2016
IMG_20160608_122653

JAKARTA (beritatrans.com) – Kabar gembira datang dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang angkutan jalan. Mereka rata-rata siap menjadi operator Transjabodetabek ekspres, angkutan pemukiman, dan angkutan bandara.‎

‎”Ya, yang mendaftar dan menawarkan diri sudah banyak. Mungkin mereka sudah menghitung kalkulasi dan keuntungannya, dua-duanya untung, masyarakat untung dan pengusaha bus juga untung,” ujar Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Elly Adriani Sinaga ‎di Jakarta, Rabu (8/6/2016).‎

Padahal saat ini belum final. Elly mengatakan, konsepnya sudah hampir rampung dalam satu bulan ini. Diperkirakan setelah lebaran 2016 bisa direalisasikan.

“Penerapannya bisa berbarengan tiga-tiganya, karena memiliki satu standar pelayanan yang sama dan premium,” jelas Elly.

Angkutan Transjabodetabek Ekspres menurut Elly, direalisasikan untuk melayani penumpang di pinggiran Jakarta agar dapat masuk ke Jakarta dengan lebih cepat.

Sedangkan angkutan pemukiman, diterapkan untuk mengakomodir pengguna jasa yang tinggal di perumahan-perumahan dengan standar pelayanan premium.

“Jadi misalnya saja di kawasan Cibubur, berapa banyak perumahan elit dan mereka rata-rata menggunakan kendaraan pribadi. Otomatis membuat kemacetan panjang, apalagi jalur transyogi tidak terlalu lebar jalannya,” ungkap Elly.

Dengan angkutan pemukiman ini, diharapkan bisa menarik minat warga perumahan. Mereka akan mendapatkan pelayanan yang beda dari angkutan umum lainnya, lebih nyaman dan dengan fasilitas yang berbeda.

“Begitu juga dengan angkutan bandara, diharapkan bisa menjadi prioritas dan menjadi lebih menonjol terutama saat di bandara dengan menempatkannya di dekat pintu keluar penumpang, sehingga menarik minat pengguna jasanya,” urai Elly.

Dalam menjalankan tiga angkutan tersebut, Elly menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) untuk bisa menggunakan satu lajur khusus kendaraan berkapasitas tinggi.

“Berharap diberikan jalur contra flow, karena bila dari Bogor ke Jakarta jalur pasti padat banget tetapi di jalur Jakarta ke Bogor sepi, sehingga bisa dimanfaatkan,” imbuh Elly.

Namun begitu, BPTJ juga akan tetap menjaga volume kendaraan yang masuk, agar terjaga kecepatan laju kendaraan. Jangan sampai kecepatannya minim, padahal sudah di jalur sendiri, lantaran terlalu banyak kendaraan.‎(omy)