Angkasa Pura 2

Bambang: Perum AirNav Butuh SDM Banyak Untuk Mendukung Operasional Bandara di Papua dan Papua Barat

Bandara SDMSabtu, 11 Juni 2016
Bambang Airnav

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Utama (Dirut) Perum Lembaga Penyelenggara Pemanduan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Perum AirNav Indonesia Bambang Tjahjono mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Pusbang SDM Perhubungan Udara dan sekolah-sekolah penerbangan di Tanah Air.

“Kita membutuhkan SDM penerbangan khususnya untuk mengisi dan melayani navigasi penerbangan di bandara-bandara terutama di Papua dan Papua Barat serta Maluku dan Maluku Utara,” kata Bambang Tjahjono menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, secara bertahap sampai 2019 mendatang, seluruh bandara yang dioperasikan untuk penerbangan komersial di Indonesia harus ditangani dengan baik.

“Ada operator bandara serta ada ATC serta layanan navigasi penerbangan lain yang lebih andal,” kata Bambang.

Untuk itu, menurut Bambang, Perum AirNav Indonesia akan merekrut dan mendidik lebih lanjut SDM penerbangan yang lebih baik dan profesional.

“Dengan begitu, SDM yang ada harus dididik dan ditingkatkan kemampuannya. Selanjutnya akan bisa melayani masyarakat dengan lebih baik,” tukas dia.

Kebutuhan SDM paling besar, menurut Bambang adalah untuk mengisi bandara-bandara di Papua dan Papua Barat serta wilayah Indonesia timur lainnya.

“Kita akan merekrut putra daerah selanjutnya dididik di kampus BPSDM Perhubungan. Setelah lulus dikembalikan ke daerah masing-masing untuk mengoperasikan dan melayani penerbangan di daerahnya,” papar Bambang.

Sebelumnya, Perum AirNav Indonesia menandatangani kerja sama bidang pendidikan dengan Pusbang SDM Perhubungan Udara. Perum AirNav akan mendidik para personelnya di Kampus BPSDM Perhubungan. Mereka akan mengikuti sedikitnya 23 jenis diklat mulai tingkat dasar dan lanjutan.

“Sebanyak 480 personel Perum AirNav Indonesia akan mengikuti diklat di kampus-kampus seperti STPI, ATKP dan BPPP di lingkungan BPSDM Perhubungan di tahun 2016,” kata Kabid Pendidikan Pusbang SDM Perhubungan Udara Afen Sena, SE, MM.

Dari jumlah tersebut, kampus BPPP Jayapura akan menerima siswa paling banyak, yaitu 108 orang. “Mereka adalah putra-putri Papua dan Papua Barat yang direkrut dan disiapkan untuk mengisi kebutuhan SDM bandara di ujung timur Indonesia itu,” tegas Afen Sena.(helmi)