Angkasa Pura 2

Hati-Hati, Istarahat Terlalu Lama Di Rest Area Bisa Kena Denda Rp500 Ribu

KoridorSabtu, 11 Juni 2016
Rest_Area

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Mengantisipasi terjadinya kepadatan bahkan kemacetan lalu lintas di jalan, kendaraan umum dan pribadi menjelang masa Angkutan Lebaran 2016 Kmenterian Perhubungan (Kemenhub) akan menerbitkan aturan baru. Kemenhub berencana mengurangi kepadatan di rest area dengan menerapkan denda bagi orang yang melebihi batas waktu istirahat.

Kebijakan denda ini akan diterapkan seperti aturan di lapangan parkir. Semakin lama menggunakan fasilitas rest area, maka akan semakin besar dana yang harus dikeluarkan oleh pemudik.

“Itu rest areanya saja dikasih kaya parkiran gitu, masuk harus bayar, kalau makin lama kan makin tinggi tarifnya,” kata Menhub Jonan dalam acara buka bersama di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (10/6/2016).

Sebelumnya, Kemenhub berencana untuk memberikan denda atau penalti bagi kendaraan yang berlama-lama di rest area. Batas kendaraan berhenti di rest area hanya 1 jam. Nantinya, terlalu lama di rest area pun akan dikenai denda hingga Rp500.000.

Sudah menjadi rahasia umum, pada musim mudik, terjadi penumpukan kendaraan di rest area. Banyakna kendaraan tersebut acap kali menyumbang kemacetan di dalam tol.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto mengatakan, pihaknya berencana untuk memberikan denda atau penalti bagi kendaraan yang berlama-lama di rest area. Batas kendaraan berhenti di rest area hanya 1 jam. “Modelnya pakai penalti, mau Rp250 ribu, Rp500 ribu, yang penting gantiannya,” kata dia di Jakarta.

Menurutnya, waktu 1 jam cukup untuk mereka yang ingin buang air kecil atau sekedar membeli makan. Jangan sampai kendaraan berhenti di rest area berjam-jam dan membuat penumpukan.

“Kalau mau buang air kecil lanjut lagi, jangan sampai dua jam, mungkin satu jam lah cukup. Jika tidak akan dikenaik sanksi. Ini salah satu upaya Kemenhub untuk mengurangi kemacetan khususnya di rest area di sepanjang ruas tol di Indonesia,” tegas Dirjen Perhubungan Darat.(helmi)

loading...