Angkasa Pura 2

Jonan: Kelaikan Sarana & Prasarana Angkutan Lebaran Diperbaiki Paling Lambat 24 Juni 2016

Dermaga Emplasemen Kokpit KoridorSabtu, 11 Juni 2016
IMG_20160610_190803_edit

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menteri Perhubungan Inasius Jonan memerintahkan kepada jajarannya serta operator agar mengecek secara detil sarana dan prasarana baik itu darat, laut, udara dan kereta. Kepada seluruh sektor untuk membuat laporan terkait kelaikan sarana dan prasarana kendaraan umum paling lambat 24 Juni agar bisa diperbaiki.

“Harus diperiksa satu-satu dan laporannya harus masuk ke saya tanggal 24 Juni ini, kalau tidak laik tidak usah jalan,” kata Menhub Jonan pada acara Buka Puasa Bersama Seluruh Pemangku Kepentingan di Jakarta, Jumat (10/6/2016) malam.

“Mengapa ini dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya supaya kalau ada yang kurang bisa diperbaiki atau diganti, kalau sampai tanggal 24 ada yang membahayakn, sarananya enggak boleh jalan,” jelas Jonan.

Pada musim Lebaran 2016, Menhub Ignasius Jonan menekankan agar diupayakan tidak ada kecelakaan dalam bentuk apapun (zero accident).

“Saya mohon sekali dijaga supaya tidak ada accident, sebagian besar accident itu karena kelalaian,” papar Jonan lagi.

Dia menambahkan, penyebab kecelakaan termasuk yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa masih dodiminasi faktor manusia, terutama karena lalai. “Bisa karena lalai saat mengendarai kendaraan di jalan raya. Atau, lalai karena tidak jeli dan kurang cermat mempersiapkan kendaraan yang akan digunakan untuk pulang mudik,” sebut Jonan.

Oleh karena itu, menurut Menhub Jonan, pihaknya sejaka wal Ramadhan sudah menurukan tim inspektor atau pemeriksa kelaikan seluruh moda transportasi baik kndaraan darat, laut, udara serta kereta api.

“Sebelum angkutan mudik Lebaran dimulai, semua armada yang akan dioperasikan untuk angkutan umum seluruh moda transportasi harus dipastikan siap dan laik jalan. Harus dipastikan, semua kendaraan umum dalam kondisi prima,” tukas Jonan.

Jika ada indikasi ketidak beresan pada alat transportasi umum di masyarakat, menurut Jonan maka pemerintah sebagai regulator harus tegas dan tidak memberangkatkan kendaraan tersebut. “Lebih baik tidak berangkat daripada tidak akan pernah sampai. Ini justru lebih berbahaya dan vatal akibatnya,” tandas mantan Dirut KAI itu.

Kesiapan Masing-Masing Sektor Transportasi

Untuk sektor perhubungan udara sendiri, lanjut dia, saat ini perkembangan kesiapnnya sudah mencapai 40 persen, kereta 40 persen, laut 50 persen, sementara darat masih kurang dari 30 persen.

“Darat ini agak serius, saya kira kalau sampai sekarang belum sampai 30 persen, mestinya harus dikejar,” katanya.

Dia juga mengimbau kepada operator untuk berfokus pada masa angkutan Lebaran ini dan tidak menganggap sebagai pesta atau ajang untuk mencari keuntungan.

“Kalau di Kemenhub tidak boleh cuti panjang, termasuk saya, operator juga sebaiknya seperti itu. Anak buah konsentrasi penuh di lapangan, masa kita jalan-jalan,” katanya.

Untuk pemudik dengan kendaraan pribadi, Jonan juga mengimbau agar mengecek kendaraannya serta istirahat yang cukup agar selamat sampai tujuan.(helmi)

loading...