Angkasa Pura 2

APMI Gelar Martim Learning Centre dan Buka Puasa Bersama

Dermaga SDMMinggu, 12 Juni 2016
Diskusi AMPI Smg

SEMARANG (BeritaTrans.com) – Acara perdana Maritime Learning Centre yang diselenggarakan Assosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan sektor maritim, di Semarang, Jumat (10/6/2016). Acara diskusi yang mengangkat tema mengenai Perspektif Laut China Selatan Bagi Keutuhan NKRI” yang dipaparkan oleh Laksda TNI Dr. Suryo Wiranto SH, MH.

Dalam diskusi tersebut di sampaikan bahwa pemuda sangat penting mengetahui permasalahan mengenai konflik laut china selatan, karena hal tersebut berhubungan erat dengan kedaulatan NKRI. “Jika pada zaman penjajahan dulu Panglima Sudirman begitu berusaha keras agar tidak sejengkal tanah pun direbut penjajah, maka seharusnya semangat itupun masih tetap harus ada,” kata Suryo Wiranto.

Konflik laut China Selatan merupakan sebuah isu yang digadang-gadang sebagai salah satu faktor akan pecahnya perang dunia ketiga karena agresifitas China begitu besar untuk melakukan ekspansi. “Salah satu upaya yang mereka lakukan adalah membuat batas wilayah yang berada di luar perjanjian Indonesia dengan nama “Nine Dotted Line”,” jelas Suryo lagi.

Alhasil, timbullah permasalahan dengan negara-negara terkait yakni yang disebut sebagai Claimant State yakni Filipina, Vietnam, Brunei, Malaysia dan Indonesia. “Disamping itu, negara-negara yang tidak terkait batas wilayahnya namun memiliki dampak baik secara geopolitik maupun ekonomi akibat ulah China yang disebut sebagai non claimant state yakni Jepang, AS dan India juga ikut gerah,” papar pati bintang dua itu .

Selain itu disampaikan juga terkait non goverment actor yakni pihak private yang memiliki kepentingan bisnis di wilayah yang diakui secara sepihak oleh China. “Namun, seluruh elemen kenegaraan seharusnya dapat terlibat mempertahankan kedaulatan NKRI. Jelas jika kita melihat peta yang dibuat oleh China di situ ada kurang lebih sekitar 30% wilayah Indonesia di-claim oleh China,” tandas Suryo Wiranto.

Untuk itu, Suryo Wiranto berharap pemuda maritim dapat memahami betul bagaimna konflik laut China Selatan ini terjadi karena akan berdampak bagi kedaulatan NKRI. Dilihat dari perspektif kepentingan yakni;

- kepentingan keamanan
- kepentingan kesejahteraan
- kepentingan kecerdasan nasional
- kepentingan ketertiban dan perdamaian internasional
Kepentingan vital/survival
- Kedaulatan dan hak berdaulat di wilayah laut yurisdiksi
- Kepentingan utama keamanan maritim

Diskusi-diskusi seperti ini, menurut Hedra Wiguna salah satu anggota Pemuda Maritim dan mahasiswa Fakultas Kelautan Undip Semarang itu, berharap dapat lebih sering diadakan sebagai salah satu wadah pengayaan pengetahuan maritim.

Diskusi tersebut sekaligus sebagai sarana peningkatan kapasitas pemuda terhadap isu-isu kemaritiman ditinjau dari perspektif akademik. Acara dilanjutkan dengan dialog dan tanya-jawab peserta dan diakhiri dengan buka puasa bersama.(hendra/helmi)