Angkasa Pura 2

Pengamat : Pertimbangkan Beli Heli Buatan Airbus!

KokpitSenin, 13 Juni 2016
images(62)


JAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintah diminta untuk mempertimbangkan bila ada niatan membeli pesawat helikopter kepresidenan dengan membeli heli Super Puma buatan Airbus.

Hal itu disampaikan Pengamat Kebijakan Anggaran Center for Budget Analysis (CBA), Ucok Sky Khadafi, mengingat keunggulan yang dimiliki heli tersebut tidak banyak.

“Heli Super Puma buatan Airbus tidak banyak memiliki keunggulan yang layak untuk sebuah pesawat kepresidenan,” jelas Ucok di Jakarta, Senin (13/6/2016).‎

Indonesia, harus bisa belajar pada pengalaman Malaysia tentang versi militer Super Puma ini. Angkatan Udara Malaysia telah memesan pesawat tersebut sehingga Malaysia direpotkan oleh imbas notifikasi yang dikeluarkan Airbus pada tahun 2013.‎

AU Malaysia lanjut Ucok, diharuskan melakukan pemeriksaan gearbox setiap 2,5 jam terbang dan caracal hanya bisa diterbangkan dengan torsi 70% dari daya maksimumnya. Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut menyebabkan siklus persiapan terbang pesawat semakin panjang sebelum diterbangkan, sehingga mengganggu kesiapan pesawat itu sendiri untuk terbang.‎

“‎Mengapa Airbus begitu gegabah membuat Super Puma? Akan tetapi, terlepas dari gegabah atau tidaknya Airbus, atas berbagai fakta yang ada, sudah jelas sekali bukanlah pilihan yang bijak untuk dijadikan sebagai heli kepresidenan,” urai Ucok.

Bahkan, akhir-akhir ini beberapa kali pesawat itu mengalami kecelakaan. Dalam satu tahun terjadi musibah heli tersebut.‎

“Apakah jumlah itu kurang meyakinkan sehingga masih menganggap Super Puma hebat dan pantas untuk mengangkut Presiden RI yang berkedudukan sebagai Kepala,” tutur Ucok. (omy)

loading...