Angkasa Pura 2

Proyek DDT Selesai, Manggarai Jadi Stasiun Transit Terbesar KRL Di Jakarta

EmplasemenSenin, 13 Juni 2016
188978_stasiun-manggarai_663_382

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pembangunan proyek double-double track (DDT) antara Manggarai-Cikarang, Jawa Barat sudah mulai dikerjakan pada tahun lalu. Proyek itu akan segera tuntas dan siap dioperasikan untuk meningkatkan kapasitas angkut kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek. Untuk paket B1 jalur Bekasi-Cikarang progres sudah 60 persen. Proses pengerjaan paket B1 menggunakan pinjaman dari Jepang dengan nilai Rp2,6-Rp3 triliun.

Stasiun Manggarai Jakarta Selatan akan dijadikan stasiun transit terbesar bagi kereta rel listrik (KRL) di Ibukota Jakarta. Stasiun Manggarai akan dilalui KRL lintas Jakarta-Bekasi-Cikarang dan Jakarta Kota-Bogor. Sementara, untuk lintas barat Jakarta-Tangerang dan Jakarta-Serpong-Maja akan transit di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Untuk paket A yang dibiayai APBN melalu SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) akan membangun jalur Manggarai-Jatinegara. Jalur ini merupakan jalur kereta tingkat yang akan dibangun dari Manggarai menuju Stasiun Matraman dan Jatinegara. Progresnya baru 5 persen,” tutur Dirjen Perkeretaapian (Kemenhub) Prasetyo Boeditjahjono di Stasiun Manggarai Jakarta Selatan akhir pekan lalu.

“Sejalan dengan selesainya proyek DDT, tahun 2019 mendatang KRL ditargetkan mampu mengangkut 1,3 juta orang per hari. Data saat ini, KRL Jabodetabek sudah mampu mengangkut sekitar 900 ribu orang per hari,” kata Pras sapaan akrab dia.

Sementara untuk paket terakhir, menurut dia, paket B2 (1) pengerjaan Jatinegara-Bekasi menggunakan anggaran Kementerian Perhubungan sebesar Rp1 triliun.”Semua pekerjaan itu untuk mendukung program penambahan 1,2 – 1,3 juta penumpang KRL per tahun. Ini harus selesai tidak boleh lebih akhir 2018 maksimum 2019 selesai,” ujar Dirjen.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian menargetkan penambahan jumlah penumpang KRL pada 2019 sebanyak 1,3 juta penumpang per tahun. Guna merealisasikan hal tersebut, ada yang perlu dibenahi khususnya prasarana milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang sudah kurang menunjang untuk menampung jumlah penumpang KRL yang kian bertambah setiap harinya.

Dirjen Perkeretaapian (Kemenhub) Prasetyo Boeditjahjono menuturkan, saat ini jumlah penumpang KRL sudah mencapai 900.000 penumpang per tahun. PT KAI pun ditargetkan mampu menambah jumlah penumpang hingga 2019 sebesar 1,3 juta. Oleh karena itu, prasarana yang ada baru harus disiapkan.

“Dengan kondisi prasarana tidak mungkin bisa menampung 1,3 juta penumpang nantinya. Jadi kita sudah pikirkan dengan membangun proyek penambahan jalur ganda atau double-double track (DDT) Manggarai-Cikarang. Perkiraan kita penumpang lumayan banyak dari Jatinegara, Bekasi, Cibitung dan Cikarang,” tegas Pras.(hel/okz)