Angkasa Pura 2

‎ ‎YLKI: Mudik Gratis Harus Diatur Lebih Baik

KoridorJumat, 17 Juni 2016
images(67)


JAKARTA (beritatrans.com) – ‎Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)  menegaskan agar mudik gratis harus diatur lebih baik dan ketat lagi. Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, Jumat (17/6/2016).

“YLKI meminta kepada Kementerian Perhubungan ‎untuk mengatur mudik gratis secara ketat agar dikemudian hari tidak merugikan konsumen pemudik gratis,” jelas Tulus.

Pertama menurut Tulus, pemudik gratis‎ harus diberikan asuransi. Jangan mentang-mentang gratis tidak diberikan asuransi. Sekadar contoh, mudik gratis oleh Jasa Rahardja pemudik diberikan asuransi bahkan berlaku sampai tiga hari.‎

Selanjutnya‎, penyelenggara mudik gratis juga diwajibkan untuk bertanggungjawab memberikan kompensasi dan ganti rugi jika diperjalanan terjadi sesuatu yang fatal bagi pemudik, seperti kecelakaan lalu lintas.‎

‎”Penyelenggara mudik gratis juga sebaiknya jangan hanya menggunakan bus pariwisata saja, tetapi juga diharuskan menggunakan bus umum reguler. Sebab selama ini fenomena mudik gratis justru menggerus pengguna angkutan bus umum. Banyak bus umum yang kosong kekurangan penumpang karena tersedot mudik gratis,” urai Tulus.

Hal lainnya yang menjadi perhatian adalah mudik ‎g‎ratis seharusnya difokuskan untuk pemudik pengguna motor saja. Ini dengan tujuan agar mudik gratis bisa menekan penggunaan sepeda motor, yang akhir-akhir ini kian marak dan menimbulkan lakalantas fatal. 

“Saat ini mudik gratis khusus pengguna sepeda motor hanya dilakukan oleh Kemenhub saja, sebanyak 15 ribu pemudik. Itu sangat tidak cukup untuk menekan lonjakan pemudik motor,” kata Tulus.

‎Penyelenggara mudik gratis juga diharapkan jangan hanya memberikan layanan mudik saat mudiknya saja.‎
Tetapi juga saat arus balik mustinya difasilitasi juga. Sebab faktanya banyak pemudik gratis yang saat arus balik justru terlantar, karena tidak mendapatkan akses angkutan umum. ‎(omy)