Angkasa Pura 2

ASDP Siap Hadapi Mudik Lebaran

DermagaJumat, 17 Juni 2016
IMG_20160617_171041

JAKARTA (beritatrans.com) – Dalam rangka menyukseskan operasi Angkutan Lebaran tahun 2016, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)  melakukan berbagai persiapan demi mewujudkan layanan penyeberangan yang aman, lancar, nyaman dan selamat sampai tujuan. 

Menurut Direktur Utama ASDP, Danang S Baskoro, diharapkan, pengguna jasa penyeberangan dapat menikmati perjalanan mudik dan sampai tempat waktu di kampung halaman untuk berlebaran.

“Kami ‎menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa penyeberangan, dimana saat arus mudik dan balik Lebaran akan terjadi kenaikan baik penumpang maupun kendaraan,” ujar Danang di Jakarta, Jumat (17/6/2016).

Menurut Danang, produksi angkutan Lebaran selama H-7 hingga H+7 di tujuh lintasan yang dipantau selama arus mudik dan balik Lebaran tahun 2016 diestimasikan, total trip 15.637 atau naik 12 persen dibandingkan tahun lalu, total penumpang 3.639.726 orang atau naik lima persen, sepeda motor 417.771 unit atau naik enam persen, dan kendaraan roda empat (pribadi, bus, dan truk) sebanyak 537.369 unit atau naik enam persen dibandingkan tahun lalu. 

“Tahun ini, kapasitas angkut kapal di tujuh lintasan utama yang dipantau selama arus mudik dan balik Lebaran 2016 sangat mencukupi yakni 195 unit kapal,” tutur Danang.‎

Jumlah tersebut, lanjut Danang, terdiri dari lintas Merak-Bakaheuni total kapal yang beroperasi 59 unit kapal (9 ASDP, 50 swasta) , Ketapang-Gilimanuk total 52 kapal (3 ASDP, 49 swasta) , Padangbai-Lembar total 34 kapal (3 ASDP, 31 swasta), Bajoe-Kolaka (7 kapal swasta), Tanjung Api-Api-Tanjung Kelian total 8 kapal (2 ASDP, 6 swasta), Kayangan-Pototano total 19 kapal (4 ASDP, 15 swasta), dan Kariangau-Penajam total 16 kapal (4 ASDP, 12 swasta).

 “Prediksi adanya lonjakan pengguna jasa ini yang harus kita antisipasi semaksimal mungkin. Mulai dari penambahan loket tiket, pola operasi kapal berukuran besar, hingga berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan lainnya, demi lancarnya operasional angkutan penyeberangan,” kata Danang.

Dari ketujuh lintasan terpantau, terpadat adalah lintasan Merak – Bakauheni. Di lintasan Merak – Bakauheni ini diperkirakan jumlah penumpang akan mengalami kenaikan 13% dibandingkan tahun 2015, jadi jumlah totalnya diperkirakan mencapai lebih dari 1 juta orang. 

“Sedangkan untuk kendaraan umum dan pribadi, diperkirakan kenaikannya yakni untuk truk  (4%), sepeda motor (5%), kendaraan kecil (8%), dan bus (5%). Jumlah total kendaraan yang akan diseberangkan diprediksi mencapai lebih dari 200 ribu unit kendaraan,” imbuh Danang. (omy)